Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kantongi Vonis 21 Tahun, Dimas Kanjeng Disidang Lagi Kali Keempat

Sudah Maksimal, Vonis Takkan Ditambah

17 Oktober 2019, 16: 28: 21 WIB | editor : Wijayanto

DIBURU VONIS: Dimas Kanjeng Taat Pribadi (dua dari kanan) saat sidang perdana kasus keempat yang dihadapinya di PN Surabaya.

DIBURU VONIS: Dimas Kanjeng Taat Pribadi (dua dari kanan) saat sidang perdana kasus keempat yang dihadapinya di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Terpidana pengganda uang asal Probolinggo Jawa Timur, Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng  kembali diadili dalam kasus penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan A Arianto saat dikonfirmasi lebih lanjut soal sidang dalam kasus tersebut, Novan enggan membeberkannya.

Ia hanya menjelaskan bahwa kasus yang menjerat Dimas masih sama satu rangkaian dengan kasus terdahulu, namun beda pelapor saja. “Masih satu materi dengan dulu. Nanti sajalah di persidangan. Saya nggak mau mendahului persidangan,” terang Novan.

Dalam sidang perdana kasus penggelapan yang menjerat Dimas Kanjeng ini dipimpin oleh hakim R Anton Widyopriyono ini mengagendakan surat pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim.

Dalam menghadapi kasus ini, Dimas Kanjeng mengaku tidak didampingi seorang penasihat hukum. “Tidak, saya maju sendiri,” ucap Dimas Kanjeng menjawab pertanyaan hakim Anton.

Untuk diketahui, perkara ini adalah yang keempat kalinya dijalani Dimas Kanjeng. Di perkara pertama, Dimas divonis 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan. Sementara di kasus kedua divonis 3 tahun penjara dalam kasus tipu gelap.

Sedangkan di perkara tipu gelap yang ketiga, Dimas Kanjeng divonis nihil oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dimas Kanjeng tidak bisa lagi dijatuhi hukuman, mengingat telah dijatuhi vonis 21 tahun penjara pada kasus pidana yang lainnya. Hal itu didasarkan pada Pasal 71 KUHP dan  Pasal 12 Ayat (4) KUHP. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia