Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Dukung Program Jargas, PGN Selesaikan 8.150 Sambungan RT

17 Oktober 2019, 15: 57: 48 WIB | editor : Wijayanto

SAMBUNGAN RT: Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menyalakan kompor milik warga yang mengunakan bahan bakar gas bumi disaksikan Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto (dua dari kiri)

SAMBUNGAN RT: Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menyalakan kompor milik warga yang mengunakan bahan bakar gas bumi disaksikan Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto (dua dari kiri) (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

PROBOLINGGO - Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan jaringan gas rumah tangga (jargas)  di Pasuruan di Probolinggo, Rabu (16/10). Totalnya ada 8.150 sambungan rumah tangga sesuai penugasan pemerintah melalui Kementerian ESDM ke PT Pertamina (Persero) melalui sub holding gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Djoko Siswanto menerangkan, jargas di Probolinggo dan Pasuruan terbagi menjadi 11 sektor, dengan perincian di Kabupaten Probolinggo sebanyak lima sektor sementara sisanya di Pasuruan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan 8.150 sambungan rumah tangga itu, dialokasikan sebesar 0,2 MMSCFD yang bersumber dari Husky CNOOC Madura LTd.

“Tahun ini, pemerintah menggunakan dana APBN membangun 74.307 jargas yang tersebar di 16 lokasi mulai dari Aceh di ujung Sumatera hingga Wajo di Sulawesi,” terangnya.

Sementara itu Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto menuturkan, pihaknya berharap dengan bertambahnya sambungan gas rumah tangga di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan memberi banyak manfaat bagi masyarakat. “Hingga akhir tahun lalu, total sambungan gas rumah tangga yang dibangun menggunakan dana APBN di Jatim sebanyak 65.961 sambungan,” ujar.

Redy menambahkan, saat ini pihaknya mengoperasikan 564.445 sambungan rumah tangga yang sebagian besar di antaranya dibangun menggunakan dana APBN. Di 2025 pemerintah menargetkan pembangunan 4,7 juta sambungan rumah tangga.

Redy melanjutkan, banyak sekali manfaat penggunaan gas bumi bagi rumah tangga. Selain bersih, juga menekan subsidi sektor energi. “Pemerintah bisa menghemat Rp 178 miliar per tahun. Proyek pembangunan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit,” ucap dia.

Hingga akhir 2018, total jargas rumah tangga di Indonesia berjumlah 486.229 sambungan, di mana 67 persen atau 325.773 di antaranya dibangun menggunakan dana APBN. Sementara 155.771 atau 32,04 persen dibangunan menggunakan dana PGN dan 4.685 sambungan dibangun menggunakan dana milik Pertamina.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dirjen Migas, Onne Aswin menambahkan, untuk mewujudkan target pemerintah terkait bauran energi gas bumi jadi 22 persen di 2025, PGN terus melakuan upaya. Di Jatim, saat ini PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas LNG Terminal dengan kapasitas 40 BBTUD untuk meningkatkan realibility dan sustainability pasokan gas bumi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kehandalan transmisi trans Jawa yang dicita-citakan. 

Selain itu PGN tengah merampungkan proyek pembangunan pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer. Lalu bakal disusul pipa distribusi Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 kilometer. (rul/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia