Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pelajar Jatim Deklarasi Anti Anarkisme dan Radikalisme

17 Oktober 2019, 15: 44: 34 WIB | editor : Wijayanto

IKRAR: Deklarasi pelajar se-Jatim di Polda Jatim.

IKRAR: Deklarasi pelajar se-Jatim di Polda Jatim. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sekitar 1.200 siswa-siswi SMA dan SMK se Jatim melaksanakan deklarasi anti anarkisme, anti radikalisme bersama Forkopimda di Mapolda Jatim Rabu (16/10). “Tadi sudah dilakukan deklarasi semua pelajar, untuk perang melawan anarkisme dan melawan radikalisme,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Luki menambahkan, deklarasi tersebut dilakukan untuk menjaga Jawa Timur tetap damai dan kondusif. Apalagi sebentar lagi akan dilakukan pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Kita harus merangkul pelajar supaya paham betul menyikapi berita yang berkembang. Kita lihat pelajar se Jatim sangat antusias dan merespon positif. Ini bukti mereka melawan anarkisme dan radikalisme,” sebut jenderal polisi bintang dua itu.

Selain deklarasi, ribuan pelajar juga diajak untuk memerangi berita hoaks. Termasuk diberikan sosialisasi terkait tertib lalu lintas, bahaya narkoba dan sosialisasi masuk TNI dan Polri.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan para pelajar merupakan generasi Z yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan pelanjut perjuangan.  “Mereka dikumpulkan supaya saling mengenali ada rumpun budaya berbeda, tapal kuda, arek, matraman Madura dan pantura,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Khofifah, perbedaan jangan jadi pemicu, yang menimbulkan intoleransi, kemungkinan anarkisme, disintegrasi diantara rumpun budaya yang ada. “Kebhinekaan ini mari jadikan sumber efektif untuk membangun  seluruh energi positif yang dimiliki terutama para generasi Z. Kalau kita menyiapkan 2045 generasi emas. Maka generasi Z sudah harus banyak interaksi,” tandasnya. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia