Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Water Bombing ke Tahura Soerjo Terkendala Cuaca

17 Oktober 2019, 14: 14: 02 WIB | editor : Wijayanto

WATER BOMBING: Helikopter milik BNPB yang disiapkan untuk melakukan water bombing dalam upaya memadamkan api di Gunung Arjuno-Welirang.

WATER BOMBING: Helikopter milik BNPB yang disiapkan untuk melakukan water bombing dalam upaya memadamkan api di Gunung Arjuno-Welirang. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan Helikopter Water Bombing untuk mengatasi titik api di kawasan hutan konservasi di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo yang merupakan jalur pendakian menuju Gunung Arjuno.

Namun pemadaman api di Gunung Arjuno, dengan teknik water bombing, Rabu (16/10)  gagal terlaksana. Heli milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gagal menjangkau titik api karena cuaca buruk.

Selama beberapa jam, heli MI8-MTV hanya berputar-putar di sekitar Gunung Arjuno - Welirang. Setelah itu, kembali ke pangkalan sementara di Lanud Abdurrahman Saleh. Kondisi seperti ini sudah dua kali terjadi, sebelumnya pada Selasa (15/10) juga demikian.

"Cuaca di Arjuno-Welirang kurang baik. Ada awan hitam. Ini membahayakan. Karena itu, kami putuskan untuk kembali," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Subhan Wahyudiono.

Menurut Subhan, pemadaman akan dilakukan kembali Kamis (17/10) hari ini. Dia berharap, kondisi cuaca bagus, sehingga upaya pemadaman bisa dilakukan. Sebab bila tidak, kebakaran akan terus meluas.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang titik api berada di Blok Pusuk Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Sedangkan, kebakaran paling besar terpantau di Blok Putuk Dali dan Garotan.

"Kemungkinan besar titik api bisa bertambah, karena saat ini angin di kawasan Tahura masih sangat kencang. Api yang ada di jurang ataupun di dalam tanah berpotensi akan menimbulkan api yang bisa menjalar," kata Kasie KPPH Malang Tahura R Soerjo, Dedi Hadiana.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemadaman dengan water bombing akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam. Khofifah juga memohon doa agar upaya pemadaman berjalan lancar.

"Medannya sulit untuk ditembus jika ingin dipadamkan secara manual menggunakan tenaga manusia. Titik api berada di ketinggian 2.300 mdpl dengan kemiringan mencapai 70 derajat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (16/10).

Kebakaran hutan di Kawasan Gunung Arjuno terjadi sejak Jumat (11/10/2019) lalu. Sedikitnya terdapat dua titik api yang terpantau di area Gunung Mujur, Blok Curah Banteng dan wilayah Curah Sriti, Blok Pusuk Lembu, Gunung Arjuno, Karangploso, Kabupaten Malang.(rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia