Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ringkus 6 Tersangka Narkoba dari Pekerja Warkop hingga Pemasok SS

17 Oktober 2019, 13: 35: 09 WIB | editor : Wijayanto

HASIL UNGKAP: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

HASIL UNGKAP: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Enam orang tersangka yang terlibat narkoba dibekuk Unit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Penangkapan ini bermula dari ungkap kasus adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (SS) di sebuah rumah di kawasan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Polisi awalnya menggerebek sebuah rumah di Jalan Bulak Banteng Mrutu Surabaya. Di sana, polisi menemukan tiga orang sedang asyik mengonsumsi SS seberat 0,37 gram.

Para tersangka tersebut ialah Rizky Bagus Pratama, 22, warga Jalan Tenggumung Baru Gang Mulya Surabaya, M Rudi Setiawan, 22,  warga Kendangsari Surabaya dan Ardika Mahrianto Putra, 25,  warga Jalan Kendangsari Surabaya.

Dari hasil penangkapan tiga tersangka tersebut, polisi melakukan introgasi dan penggeledahan. Dan terungkap sabu tersebut didapat dari salah satu rekannya bernama Fandi. “Kami temukan satu poket sabu dengan berat 0,37 gram dan sebuah pipet kaca yang masih ada sisa sabunya,” kata Kanit Idik I, Iptu I Made Gede Sutanaya.

Tak puas dengan penangkapan dua tersangka itu, polisi kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut. Ternyata, ada tiga tersangka lain, diantaranya Ab, 18, warga Jalan Kedung Mangu Surabaya, Ridwan, 19, warga Kedung Mangu Surabaya dan Fandi, 28, warga Tenggumung Baru Surabaya. 

“Satu orang bandar dan dua lainnya adalah sebagai kurir. Bandar atas nama Fandi,” tambahnya. 

Iptu Made menjelaskan, Fandi mengambil barang haram tersebut dari Pulau Madura. Setelah itu dijual kembali di kawasan Bulak Banteng, Surabaya. Selain itu, Fandi yang juga sebagai penjaga warkop di kawasan tersebut, menggunakan sabu agar dirinya kuat begadang saat kerja menjaga warkop. 

“Ya mereka ini statusnya bekerja sebagai penunggu warkop. Keterangan si Fandi alasannya agar betah melek,” ungkapnya. 

Dari penangkapan dua kurir dan satu bandar itu, polisi menyita lima poket sabu dengan berat masing-masing berisi 0,18 gram, 0,20 gram, 0,32 gram, 0,31 gram dan 0,23 gram. Selain itu, polisi juga menyeita beberapa barang bukti lainnya seperti satu buah handphone, sekrop, sedotan plastik, bendel klip plastik, timbangan elektrik, satu buah tas paper bag dan uang tunai Rp 900 ribu.

Polisi kini melakukan pengembangan lebih lanjut dan memburu FJ,  tersangka lain yang menjadi bandar barang haram itu. Karena, Fandi mengaku mendapatkan barang tersebut dari FJ. (*/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia