Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pemeliharaan Jalan di 9 Titik, Target Rampung Sebelum Desember

17 Oktober 2019, 12: 19: 03 WIB | editor : Wijayanto

BERDEBU: kondisi Jalan KH Mukmin mengalami pemeliharaan berkala oleh Dinas PU Bina Marga.

BERDEBU: kondisi Jalan KH Mukmin mengalami pemeliharaan berkala oleh Dinas PU Bina Marga. (HILDAN SEPKA/RADAR GRESIK)

Share this      

SIDOARJO - Pemeliharaan jalan pada sembilan titik di Kabupaten Sidoarjo mulai dikerjakan sejak awal bulan lalu. Kegiatan yang direkomendasikan setiap dua tahun sekali ini diharapkan akan rampung menyeluruh sebelum akhir tahun nanti. Salah satunya ruas Jalan KH Mukmin.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Yudi Tetra Hastoto mengatakan, pemeliharaan jalan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan kondisi lapangan.

"Jadi menggunakan anggaran dengan tepat sasaran. Artinya, jika kondisi jalan masih baik, anggaran dana itu dialokasikan untuk kebutuhan yang lain agar efektif,” ujarnya.

Dalam pemeliharaan jalan ini, pihaknya mengaku tidak menggunakan teknik cor. Melainkan menggunakan teknik pengupasan aspal dan penggantian sub base sekaligus pengupasan aspal. Kemudian melapisi kembali dengan aspal. “Tiap titik beda-beda caranya,” terangnya.

Menurut dia perbaikan sembilan paket jalan tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp 15,5 miliar. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dia optimistis agar pemeliharaan jalan ini selesai sesuai yang dijadwalkan. “Agar mobilitas tidak terganggu,” jelasnya.

Sembilan paket jalan yang mengalami pemeliharaan antara lain, Cemengkalang – Sari Rogo, Betro – Sedati Gede, Sukodono – Kletek, Sukodono – Punokawan, Sepande – Suko, Jalan Yos Sudarso, Jalan Untung Soropati, Jalan Trunojoyo, dan KH Mukmin. “Ini pengerjaannya serentak,” katanya.

Terkait pengerjaan, pemeliharaan di lakukan pada malam hari untuk mencegah macet. Sebab pada ruas Jalan KH Mukmin sering mengalami kenaikan volume kendaraan.

Selain itu dampak yang ditimbulkan dari pengerjaan ini yaitu debu yang tebal. Sehingga akan menggangu pengguna jalan dan pedagang sepanjang jalan KH mukmin. “Sementara ini tidak ada komentar dari warga,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia