Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Siapkan Strategi Tangani Semburan Minyak di Kutisari

17 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Petugas mendeteksi penyebab semburan minyak di Kutisari.

Petugas mendeteksi penyebab semburan minyak di Kutisari. (dok)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan strategi dalam mengatasi semburan minyak di Kutisari. Salah satunya akan melakukan diskusi dan memenuhi undangan dari instansi yang berwenang dan ahli, Pemkot akan memenuhi undangan dari Badan Geologi Nasional pada Jumat (18/10) di Bandung. Undangan tersebut berkaitan dengan pemaparan hasil Survei georadar yang sudah dilakukan pada (3/10) hingga (4/10) lalu oleh Badan Geologi Nasional terhadap semburan minyak di Kutisari. 

Menurut Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto, nantinya ada tiga OPD yang akan datang ke undangan tersebut. “Ya kami (Pemkot Surabaya, Red) mendapatkan undangan dari Badan Geologi Nasional untuk mengetahui hasil survei georadar dan diskusi tentang mitigasi, nantinya yang datang itu ada BPB Linmas, Bappeko, dan PU,” katanya saat dihubungi Radar Surabaya, Rabu (16/10). 

Dari hasil georadar yang dilakukan nantinya dapat melihat di bawah permukaan apakah ada konsentrasi lapisan konduktif. “Mungkin ada kosentrasinya tinggi di bawah permukaan nanti akan coba deteksi. Kalau memang ada sumur minyak harus ada tindak lanjut, sehingga kami akan mendengarkan hasil dari pihak Badan Geologi,” terangnya.

Selain menunggu hasil dari georadar yang akan disampaikan pada Jumat, imbuh Eddy, pemkot kini sudah melakukan langkah prefentif dengan cara membuatkan kolam penampungan untuk memisahkan antara minyak dan air. Sehingga nantinya tidak akan membuat limbah yang akan berdampak pada lingkungan sekitar. “Kami sudah berupaya agar minyak dan air terpisahkan dengan membuat penyaringan dengan alat separator, kemudian kami sudah menutup kolam semburan dengan membuatkan kolam di depan rumah. Sehingga yang punya rumah sudah bisa menempati rumah tersebut, itu langkah kami saat ini,” katanya.

Nantinya Pemkot juga akan mendengarkan arahan-arahan untuk teknis penanggulangan semburan Kutisari tersebut. “Karena kalau minyak kan bukan wewenang pemkot, itu wewenang pusat. Sehingga apabila itu nanti misalnya minyak akan diserahkan kepada kami pemerintah kota, kami sudah siap untuk melakukan mengerjakan hal tersebut,” ungkapnya.

Tidak hanya Badan Geologi Nasional yang mengundang Pemkot Surabaya pada hari Jumat (18/10), namun pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya juga akan melakukan rapat koordinasi dengan SKK Migas perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (JABANUSA) di Jalan Veteran, Surabaya. hal tersebut diungkapkan Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup DLH Kota Surabaya Ulfiani Ekasari. “Kami Jumat besok juga akan mengadakan pertemuan dengan SKK Migas, nantinya akan membahas terkait dengan minyak yang nantinya akan menjadi wewenang SKK Migas untuk melakukan penampungan dan juga pengolahan,” terangnya.

Ulfi menambahkan, rencana penampungan dan pengelolaan memang domain dari SKK Migas yang akan menampung minyak di wilayah Gresik. “Kami belum tahu pastinya seperti apa memang kabarnya SKK Migas akan mengolah dan menampung minyak tersebut, tapi hal ini akan kami bicarakan teknisnya seperti apa,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia