Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Semburan Minyak Kutisari, Sudah Dipasang Tandon Bawah Tanah

16 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Berbahaya: Tandon bawah tanah yang dibangun di dekat titik semburan Kutisari sudah terpasang.

Berbahaya: Tandon bawah tanah yang dibangun di dekat titik semburan Kutisari sudah terpasang. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Pengerjaan pembuatan tandon bawah tanah untuk menampung hasil semburan minyak dan air di semburan Kutisari terlihat sudah selesai pada Selasa (15/10). Dari pantauan Radar Surabaya, tempat penampungan tersebut sudah diberikan tanda bahaya rawan terbakar. Ditempat tersebut sudah terdapat empat penampungan bawah tanah yang sudah menampung hasil minyak dan air. Di penampungan tersebut juga terdapat alat separator untuk memisahkan antara minyak dan air. 

Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Ulfiani Ekasari menerangkan, di dalam tanah tersebut terdapat dua tandon dan dua biofilter. “Masing-masing tandon menampung 550 liter, kemudian dari tandon kemudian diteruskan ke biofilter yang bisa menampung 500 liter minyak dan air yang sudah terpisahkan” katanya.

Setelah terpisah, minyak akan ditampung dan kemudian apabila sudah penuh di dalam bak tersebut akan dilakukan penampungan ke dalam drum yang akan ditaruh di tanah lapang milik Pemkot Surabaya. “Untuk minyaknya saat ini sudah terpisah, dan nanti kami akan menaruhnya di tanah lapang, kalau untuk air kami akan tunggu tiga hari ke depan untuk kami pantau, apakah memenuhi baku mutu sehingga nanti bisa dibuang di selokan,” terangnya.

Ulfi mengungkapkan, pada Jumat (18/10) mendatang pihaknya akan diundang oleh SKK Migas untuk membicarakan langkah selanjutnya. “Kemarin (Senin, Red) sudah kami telepon pihak SKK Migas dan ternyata sudah ada jawaban, dan mengajak Jumat besok untuk rapat koordinasi dan hari Jumat besok. Juga Badan Geologi Nasional mengundang pemkot yang suratnya ditujukan kepada Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini, Red) untuk membicarakan terkait hasil georadar,” ungkapnya.

Sementara itu staf DKCTR Mitro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk menampung drum-drum yang ditaruh di tanah lapang tersebut. “Nanti kami akan pasang alat penyaring yang nantinya akan diberikan arang yang di bawah dan di atasnya ada kerikil. Sehingga minyak bisa tersaring lagi,” katanya. 

Pihaknya juga sedang mengupayakan untuk meletakan alat untuk mengukur berapa liter minyak yang sudah tertampung. ”Biar memudahkan nanti kami pasang alat untuk ngukur berapa liter minyak yang tertampung, sehingga memudahkan untuk mengetahui berapa liter minyak,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia