Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Cemburu, Baru 1,5 Bulan Menikah, Suami Bakar Istri Hidup-Hidup

15 Oktober 2019, 21: 55: 47 WIB | editor : Wijayanto

KORBAN KDRT: Pelaku Maspuryanto dan istrinya Putri Narulita (kiri) dan kamar kos korban yang sempat terbakar.

KORBAN KDRT: Pelaku Maspuryanto dan istrinya Putri Narulita (kiri) dan kamar kos korban yang sempat terbakar. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Putri Narulita, 19, perempuan yang tinggal di Jalan Ketintang Baru II A nomor 3A Surabaya dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri di kamar kosnya, Selasa pagi (15/10). Diduga pemicu motif pembakaran karena cemburu.

Pelaku adalah Maspuryanto, 36, pria asal Bulumulyo, Batangan, Pati, yang baru satu setengah bulan menikahi korban. Akibat pembakaran itu, korban mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah, leher, tangan, tubuh dan kaki.

Hingga saat ini korban masih dirawat intensif di ruang rawat inap RSUD dr Soetomo Surabaya. 

Salah satu penjaga rumah kos, Heri Suwardoyo mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30. Awalnya, Putri yang asal Sembung, Parengan, Tuban, datang ke rumah kos bersama ibu dan anak perempuannya.

"Kemarin dia pulang nggak pamit, terus datang sama ibunya pagi, mau ngemasi barang untuk pulang," ungkap Heri saat ditemui di lokasi kejadian.

Ditambahkan Heri, saat itu ibu korban sedang ke depan teras kos menelepon travel untuk mengangkut barang dan membawanya pulang.

Sementara Putri dan Maspuryanto berada di dalam kamar. Mereka berdua diduga terlibat cekcok hebat. Sedangkan anak perempuan korban berusia tiga tahun posisinya ada di depan kamar.

"Tapi nggak lama kemudian, kasurnya terbakar, Putri keluar mengalami luka bakar di wajah, badan, tangan, kaki," kata Heri.

Melihat kasur kamar terbakar, Heri lalu bergegas memadamkan api. Dia tidak sempat menangkap pelaku yang kabur keluar kamar. Ibu korban juga berteriak minta tolong.

Api berhasil dipadamkan setelah dilakukan pemadaman bersama warga dan pengendara ojek online yang melintas. Petugas PMK yang datang belakangan hanya melakukan pembasahan.

"Yang laki ternyata kabur pakai motor Suzuki milik saya. Kebetulan kuncinya masih nancap," imbuhnya. 

Lia salah satu tetangga kamar kos mengatakan, ibu korban sempat berteriak anaknya disiram air keras. Selain itu di rambut korban juga bekas terbakar. 

"Dia (korban) sempat lari duduk di gerbang nangis, kemudian ada becak melintas, langsung dihentikan dan korban dibawa ke RSI," terang Lia.

Istri pemilik kos, Arning menambahkan, Maspuryanto sudah tinggal di kamar kos nomor tiga itu sejak tujuh bulan lalu. Pelaku baru menikah dengan korban akhir Agustus 2019 lalu.

"Baru satu setengah bulan nikah. Suami (pertama) yang cewek meninggal waktu ada gempa tsunami di Palu," jelasnya. 

Polisi yang menerima informasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu tiba di lokasi bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Selesai olah TKP kamar kos korban dipasangi garis polisi. 

"Barang bukti kita bawa ada sebuah korek gas dan sisa kasur," ungkap Wakapolsek Gayungan AKP Widiantoro. 

Mantan Kanit Reskrim Polsek Karangpilang itu menerangkan, entah memakai cairan atau bahan bakar apa pelaku membakar korban masih belum diketahui. "Masih didalami ya. Nunggu hasil labfor," tegasnya. 

Tak hanya membawa barang bukti, polisi juga mengamankan sebuah rekaman CCTV yang menangkap pelaku saat kabur. 

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto mengungkapkan dari keterangan ibu korban, Sumiati, saat itu hendak pulang ke Tuban bersama anaknya. 

Namun, oleh pelaku dihalangi dan terjadilah pertengakaran hebat hingga berujung aksi pembakaran. 

"Pelaku melakukan KDRT dengan cara menyiram, membakar korban  menggunakan bahan bakar cair. Dugaan sementara karena cemburu," beber Hedjen. 

Disinggung terkait siapa yang cemburu Hedjen belum berani menyimpulkan. Sebab pelaku belum ditangkap, dan korban juga belum bisa dimintai keterangan. Entah yang pria punya wanita idaman lain (WIL), atau yang perempuan punya pria idaman lain (PIL) masih didalami.

"Handphone pelalu diketahui aktif terakhir di kawasan Sepanjang, Sidoarjo, kemudian dimatikan. Pelaku masih pengejaran," tandasnya. (rus/jay)  

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia