Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tak Punya Penampungan, Penanganan Limbah RSUD Umar Mas’ud Amburadul

15 Oktober 2019, 18: 23: 59 WIB | editor : Wijayanto

MINIM FASILITAS: RSUD Umar Mas’ud masih belum memiliki tempat pengolahan limbah.

MINIM FASILITAS: RSUD Umar Mas’ud masih belum memiliki tempat pengolahan limbah. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

BAWEAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tampaknya perlu memberikan perhatian serius kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud Bawean. Pasalnya, rumah sakit tipe D tersebut hingga kini belum memiliki tempat penampungan limbah. Bahkan, incinerator yang digunakan untuk membakar sampah medis juga mengalami kerusakan.

Direktur RSUD Umar Mas'ud Bawean Dr Toni S Hartanto membenarkan hal itu. Pihaknya sudah mengajukan tempat pengelolaan limbah cair itu. Namun masih dalam proses. Meski demikian,  rumah sakit tipe D itu sudah mengantongi Izin Pengeloaan Air Limbah (IPAL). "Hanya tempatnya saja yang belum," ungkapnya.

Selain itu, mesin incenerator di RS tersebut juga rusak. Ada tiga unit mesin yang diletakkan di belakang rumah sakit tak berfungsi dan karatan. Menurut Toni, mesin itu merupakan peninggalan puskesmas sebelumnya. "Sudah tak bisa digunakan," terangnya.

Terkait limbah, saat ini rumah sakit hanya memiliki tempat pengeloaan limbah medis sementara. Sedangkan pengelolaan lanjutan dikerjakan oleh pihak ketiga. Limbah tersebut diangkut secara berkala.

Menurutnya rumah sakit tersebut setiap tahunnya hanya mendapatkan anggaran Rp 4,8 Miliar. Hal ini membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak. "Anggarannya habis untuk operasional," tukasnya. Terkait fasilitas itu, pihaknya sudah mengajukan ke Dinkes Pemkab, Gresik. Hanya saja masih dalam proses pembahasan. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia