Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Komisi III Intensifkan Pengawasan Proyek di Gresik Selatan

15 Oktober 2019, 18: 21: 08 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK DAPIL: Anggota Komisi III dari wilayah Gresik selatan melakukan sidak sejumlah proyek pembangunan jalan.

SIDAK DAPIL: Anggota Komisi III dari wilayah Gresik selatan melakukan sidak sejumlah proyek pembangunan jalan. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Menjelang akhir tahun, DPRD Kabupaten Gresik mengintensifkan pengawasan terhadap sejumlah proyek pembangunan. Ini setelah anggota dewan diperbolehkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Seperti yang dilakukan anggota Komisi III dari wilayah Gresik selatan.

Kemarin, tiga orang anggota Komisi III dari Gresik selatan melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan jalan. Yakni, Abdullah Hamdi (sekertaris Komisi III), M Yunus dan Sulisno Irbansyah.

Proyek yang disidak yakni, pembangunan Jalan Bringkang-Lampah. Proyek senilai Rp 1,2 miliar tersebut dikerjakan oleh Jaya Abadi. Dalam pengawasan proyek tersebut anggota dewan menemukan sejumlah permasalahan. “Misalnya, pemasangan paving yang cukup renggang,” ujar Sekertaris Komisi III Abdullah Hamdi.

Selain Jalan Bringkang-Lampah, mereka juga mendatangi proyek pembangunan Jalan Menganti – Banjaran. Proyek dengan anggaran Rp 1,1 miliar tersebut terdapat sejumlah kesalahan. Yakni pemadatan yang kurang maksimal. “Seharusnya selama proses pemadatan ada penyiraman. Tapi ini tidak. Selain itu kedalamannya juga tidak sama,” terangnya.

Terkait dengan sejumlah temuan ini pihaknya berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik untuk memperketat pengawasan. Jangan sampai pembangunan terkesan dikebut tetapi hasilnya tidak maksimal. “Pengawasan DPU kurang. Ini yang perlu dievaluasi,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Gresik Dhianita Triastuti mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan. Selain itu pembangunan juga sudah dilakukan sesuai perencanaan. “Jelas ada pengawasan. Dan semua sudah sesuai dengan SOP,” ujarnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia