Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Badan Melar Kebanyakan Mi Instan, Cinta pun Ambyar

15 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Menjaga penampilan setelah menikah memang perlu. Biar cinta suami tetap terawat. Dan yang terpenting agar suami tidak kecantol dedek gemes berbadan semlohai. Belajarlah dari kisah Donwori, 35, dan Karin, 32.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya yang naudzubilah panasnya beberapa hari terakhir, Donwori duduk anteng menunggu panggilan sidangnya. Pembawaannya tenang, cenderung songong. Namun, hanya kelihatannya saja. Karena rupanya, sekali diajak bicara, dia langsung cerita dari ujung Bundaran Waru hingga Suramadu. Panjaaaaaaaang.

Ceritanya ia buka dengan menyampaikan alasannya mengajukan cerai. Yang tak lain tak bukan karena kehadiran pihak ketiga. Tanpa rasa bersalah, Donwori menjelaskan, kalau ia selingkuh. Dan perselingkuhannya ini bukanlah murni salahnya. Namun, 70 persen disebabkan oleh kesalahan Karin, istrinya.

Donwori lalu mulai mengeluh bahwa istrinya sudah sangat tidak menarik lagi. Hal ini karena perubahan fisiknya yang drastis. Katanya, dulu, sebelum menikah, badan Karin ini super slim. Perumpamaannya, saking kurusnya kena angin saja goyah dia. Namun setelah menikah, badannya sudah macam kasur ukuran king size. Lebar, empuk, dan mengembang. Perubahan fisik ini mau tak mau menggoyahkan cinta Donwori. "Gilo aku. Awalnya saya nikahin dia karena badannya. Lha kok sekarang mengembang gak karu-karuan. Ngelihatnya saja ngenes," papar Donwori.

Perubahan fisik Karin ini tak lain karena kebiasaan istrinya yang suka sekali mengkonsumsi mi instant. Donwori menjelaskan, istrinya memang sangat terobsesi dengan mi instant. Saking cintanya,  mi instant berbagai merek aneka rasa ada di laci dapurnya.

Parahnya, gara-gara kecanduan mi instant ini, Karin tidak doyan makanan lain.  Setiap hari, aku Donwori, bisa tiga empat bungkus makan mi. Itu pun makannya dijadikan lauk. Jadi makan mi pakai nasi. Sempurna. Karbohidrat lauk karbohidrat inilah yang membuat badan pasangannya berat. "Sak pengene, sak wayah-wayah. Tengah wengi luwe yo tangi, mangan mi," jelas Donwori.

Donwori sendiri tak tahu bagaimana istrinya bisa kecandua dengan mi instant. Seingatnya dulu istrinya normal. Ia mulai suka makan mi instan saat ngidam. Eh keterusan sampai melar-melar begitu.

Donwori sebenarnya bukan pria jahat yang ninggal Karin begitu saja. Ia mengaku, selama ini ia juga sudah mengingatkan, membujuk Karin melakukan program diet agar melar badannya tidak keterusan.

Bahkan Donwori juga sudah melakukan berbagai upaya anarkis mulai dari mengata-ngatai istri sendiri dan membagi-bagikan mi instant yang dibeli istrinya kepada tetangga, demi Karin bergenti makan mi.

Namun dasar Karin bandel. Diberi tahu ngengkel, nuruti nafsu saja. "Saiki lungguh wae ambekane ngos-ngosan, kepenek lemak paling paru-parune. Ngono gurung sadar-sadar," ujarnya. "Lek sampek turu sikile ngebleki sikilku, duh rasane sikilku menene langsung aboh. Koyo ditiban meriam," lanjutnya lagi tak henti mengeluh.

Hingga ia tergoda dengan perempuan lain ini karena Donwori benar-benar putus asa melihat istrinya. Ia mengumpamakan, setiap kali melihat istrinya bukan cinta yang ada di hatinya, tapi ngenes pengen nangis melihat bentukan istrinya sekarang. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia