Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tuntaskan Lima Program Prioritas Pembangunan, Inovasi untuk Genjot PAD

14 Oktober 2019, 17: 55: 12 WIB | editor : Wijayanto

TUNGGU PEMBEBASAN: Salah lokasi kawasan froantage road (FR) di kawasan Buduran nampak masih terlihat bangunan di sisi kanan dan kiri.

TUNGGU PEMBEBASAN: Salah lokasi kawasan froantage road (FR) di kawasan Buduran nampak masih terlihat bangunan di sisi kanan dan kiri. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Di sisa masa jabatan bupati yang kurang dari 1,5 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan sedikitnya lima program prioritas dalam rencana kerja pada tahun 2020 nanti. Kelimanya terangkum dalam percepatan pembangunan ekonomi melalui akselesari sektor-sektor potensi daerah.

Namun demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan oleh eksekutif. Terutama di bidang pembangunan. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menyampaikan, setidaknya ada beberapa kebijakan prioritas pembangunan yang nantinya bakal menjadi perhatiannya.

Pertama, menyangkut pembebasan lahan Frontage Road (FR). Pembebasan lahan untuk FR tersebut berada di jalan sisi timur perlintasan kereta api. Terhitung mulai dari perbatasan Surabaya-Sidoarjo. "Dari Kecamatan Waru hingga Kecamatan Buduran. Keseluruhan sampai dapat dimanfaatkan," katanya.

Di samping itu, permasalahan sampah yang hingga saat ini belum dapat teratasi secara menyeluruh juga akan menjadi perhatiannya. Setidaknya salah satu hal yang kini sedang diusahakan oleh pemkab adalah pembangunan tempat pengolahan sampah (TPS) serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA).

Persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian penuh adalah masalah banjir. Bupati dua periode itu mengatakan, penanggulangan banjir di Sidoarjo juga masuk dalam program prioritasnya. Selain itu, ada pula menyangkut perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan hingga pelayanan kesehatan. "Iti terus kita lakukan setiap tahunnya bersamaan dengan prioritas lainnya," ujarnya.

Sementara dalam pengelolaan keuangan pada tahun 2020 itu, kebijakan fiskal daerah dalam rangka pemenuhan kebutuhan anggaran belanja daerah harus dimulai dari kemandirian pendapatan asli daerah (PAD). Pria yang kerap disapa Abah Ipul itu menuturkan, hal itu sangat menentukan pembangunan.

Terutama dalam melakukan pembangunan secara mandiri. Untuk itu, dalam melakukan meningkatkan fiskal daerah dapat dilakukam melalui peningkatan PAD. Salah satu caranya adalah melalui inovasi, intensifikasi serta ekstensifikasi pajak daerah. "Mulai dari pajak daerah, retribusi daerah dan juga potensi yang lain dari PAD yang sah," paparnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia