Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
IAI Peringati World Pharmacist Day

Pecahkan Rekor MURI, Edukasi Pengenalan Obat kepada Siswa SD Terbanyak

14 Oktober 2019, 11: 11: 37 WIB | editor : Wijayanto

REKOR BARU: Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, menyerahkan piagam rekor MURI kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt.

REKOR BARU: Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, menyerahkan piagam rekor MURI kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Sekitar 575 siswa Sekolah Dasar (SD) dan sederajat memenuhi aula SMPN 2 Sidoarjo, Sabtu (12/10) pagi. Ratusan siswa itu memperingati World Pharmacist Day atau Hari Farmasi Dunia yang digelar Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). 

Kegiatan tersebut berhasil meraih rekor baru ‘Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa Sekolah Dasar’ terbanyak di Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor diserahkan oleh Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt.

“Pemecahan Rekor MURI ini untuk memperingati World Pharmacist Day atau Hari Apoteker Sedunia yang jatuh setiap tanggal 25 September,” kata Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt.

ANTUSIAS: Siswa siswa SD saat mengikuti lomba dalam rangka peringatan World Pharmacist Day.

ANTUSIAS: Siswa siswa SD saat mengikuti lomba dalam rangka peringatan World Pharmacist Day. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Dikatakannya, pemecahan rekor MURI itu dipusatkan di Sidoarjo. Jawa Timur menjadi provinsi yang menyumbangkan siswa peserta terbanyak. Total ada lebih dari 10.000 siswa yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Dalam pemecahan Rekor MURI itu, diikuti oleh 91.808 siswa sekolah dasar. Selain itu juga melibatkan 11.484 apoteker serta 1.748 sekolah dasar. Mereka berasal dari 325 pengurus cabang dari 342 pengurus cabang yang dimiliki IAI, dari 34 propinsi di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan itu, PP IAI memberikan  kebebasan pengurus cabang dan daerah  untuk menyelenggarakan Wolrd Pharmacist Day.

PC Bekasi misalnya, membawa kue tart dengan desain apoteker cilik. PC Kabupaten Semarang membuat tempat pensil dengan desain apoteker cilik. Kemudian, PC Gresik membuat permainan petualangan apocil dan lain sebagainya.  

Sementara itu, Ketua PD IAI Jawa Timur Dr Abdul Rahem, M.Kes, Apt, menuturkan, pengenalan obat sengaja dilakukan sejak SD. Harapannya, mereka menjadi anak cerdas dalam menggunakan dan tidak menjadi korban penyalahgunaan obat.

“Sejumlah permainan dilakukan, seperti ular tangga, permainan bad choice dan good choice, menyanyikan jingle Apoteker Cilik sembari menari, serta kuis dengan berbagai hadiah,” jelasnya. 

Ketua PC IAI Sidoarjo, Tri Widiyartiningsih, SSi, Apt, menambahkan, selain peringatan hari farmasi dan pemecahan rekor MURI juga ada kegiatan melaunching program Apoteker Cilik Indonesia. “Program Apoteker Cilik akan dilanjutkan,” ungkapnya. 

Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri menambahkan, kegiatan itu sangat spektakuler. “Belum pernah ada edukasi pengenalan obat terhadap anak-anak SD. Kegiatan ini harus sering dilakukan,” kata Ngadri. (far/jay)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia