Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Terdampak Aktivitas Alat Berat, Volume Semburan Meningkat

14 Oktober 2019, 09: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Sensitif terhadap getaran: Titik semburan minyak di Kutisari mengalami peningkatan volume semburan karena aktivitas alat berat saat pembuatan separato

Sensitif terhadap getaran: Titik semburan minyak di Kutisari mengalami peningkatan volume semburan karena aktivitas alat berat saat pembuatan separator, Sabtu (12/10) (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Semburan minyak di halaman rumah warga di Jalan Kutisari Indah Utara III nomor 19 masih melakukan aktivitas semburan. Namun pada Sabtu (12/10), volume semburan bertambah sehingga petugas terus berupaya untuk menguras minyak tersebut.

Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Ulfiani Ekasari mengatakan, volume tersebut bertambah karena ada getaran dari proses pemasangan separator. “Hari ini volumenya bertambah dikarenakan adanya getaran dari proses pemasangan separator,” katanya kepada Radar Surabaya.

Getaran tersebut berasal dari alat berat yang sedang melakukan pengerukan. “Selain memasang alat separator, kami sedang mengeruk tanah karena akan ditancapkan pipa vertikal,” terangnya.

Ulfi menambahkan, pipa vertikal diberi oriffice atau lubang-lubang agar rembesan mengarah ke semburan. "Treatment-nya untuk air dibangun di luar pagar," imbuhnya. Pihaknya menargetkan pemasangan alat separator selesai pada hari Senin (14/10).

Sementara itu Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesi Jawa Timur Handoko Teguh Wibowo mengatakan, kandungan gas dan air dalam semburan semakin banyak. Namun kandungan minyaknya sedikit. Detailnya, kandungan gas dan air semakin banyak, sedangkan kandungan minyak sedikit. "Tadi kami lihat hasil tanahya saat proses galian berupa pasir aspal, artinya di dalam tanah ada kandungan minyak mentah," terangnya.

Handoko menambahkan, kandungan minyak mentah tersebut bisa dilakukan pengolahan. Namun pihaknya masih memantau semburan tersebut. "Ini bisa diolah, nanti SKK Migas yang akan mengolah ini, kabarnya minyak-minyak tersebut akan dibawa ke Gresik," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia