Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Saling Berdampingan, Bersama Membangun Jatim

14 Oktober 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KOMPAK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (empat dari kiri) berduet nyanyi dengan Yuni Shara (lima dari kiri) bersama dengan Ketua Tim Penggerak

KOMPAK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (empat dari kiri) berduet nyanyi dengan Yuni Shara (lima dari kiri) bersama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin (kiri), Wagub Jatim Emil Dardak (dua dari kiri), Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Upacara peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur digelar di halaman Gedung Negara Grahadi, Sabtu (12/10). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga memberikan perhargaan kepada tiga pimpinan Forkompimda.

Penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya tersebut diberikan kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja Boedi dan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto.

Khofifah mengatakan, tokoh tersebut layak mendapat penghargaan karena perannya selama ini turut terlibat dan berperan dalam pembangunan sekaligus upaya menyejahterakan masyarakat Jatim. Beberapa peran para pejabat Forkopimda seperti pembangunan sanitasi, pembangunan rumah tidak layak huni, pembinaan kebangsaan dan wawasan kebangsaan terhadap generasi muda, hingga komunikasi lintas elemen secara rutin. Dengan berdampingan dan bergandengan dengan TNI dan Polri tersebut Pemprov Jatim mampu membangun Jatim yang lebih baik. "Peran TNI dan Polri sangat luar biasa. Pak Pangdam, Pangkoarmada, Pak Kapolda, semuanya sangat membantu. Jadi sangat layak mendapat penghargaan," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, TNI membangun sanitasi sebagai wujud membantu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, termasuk saat intervensi MCK (mandi cuci kakus) berbasis rumah tangga saat kekeringan dan serangan hepatitis A di beberapa daerah. Selain itu, pembangunan rumah tidak layak huni serta dukungan dalam menjangkau kebutuhan-kebutuhan wilayah kepulauan di Jatim yang dilakukan Koarmada II sangat membantu upaya kesejahteraan masyarakat.

"TNI juga ikut melakukan pembinaan sebagai upaya menumbuhkan semangat dan jiwa nasionalisme terhadap pelajar tingkat SMA/SMK di Jatim," tuturnya.

Sementara itu untuk Kapolda Jatim, menurut Khofifah, upaya komunikasi yang dijalinnya melalui berbagai forum sangat layak diapresiasi. Seperti pertemuan antarmahasiswa, rektor, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, ormas, hingga suporter tim sepak bola asal Jatim. "Kami sangat merasakan manfaatnya, dan Kapolda memberikan ruang luas untuk komunikasi maupun silaturahim. Termasuk rutinnya kegiatan doa bersama untuk kedamaian bangsa," tuturnya. 

Khofifah menuturkan, apa yang telah dibangun oleh para pemimpin Jatim terdahulu, pihaknya akan melanjutkan dengan berbagai inovasi. "Fondasi yang sudah dibangun oleh para pendahulu, tugas kita adalah melanjutkan dengan merespon berbagai dinamika. Inovasi serta progresivitas untuk dapat merespons percepatan perubahan harus dilakukan," ungkapnya.

Sementara itu mantan Gubernur Jatim Soekarwo mengakui kepemimpinan Khofifah luar biasa. Menurutnya, Khofifah turun langsung untuk mengecek langsung keinginan masyarakat dan mewujudkannya melalui konsep pembangunan. "Setiap hari beliau turun ke bawah mendengarkan suara yang tidak terdengar. Yaitu, suara-suara masyarakat bawah yang kemudian diaktualisasikan terhadap kegiatan keseharian yang diletakkan ke dalam program besar Nawa Bhakti Satya,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia