Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Istri Nyinyir di Medsos, Anggota TNI AU di Surabaya Dicopot, Ditahan

12 Oktober 2019, 13: 59: 26 WIB | editor : Wijayanto

BERULAH DI MEDSOS: Fita Sulistyowati (kiri), istri Peltu YNS, anggota Satpom TNI AU Lanud Muljono Surabaya usai menjalani pemeriksaan di Polresta Sidoarjo.

BERULAH DI MEDSOS: Fita Sulistyowati (kiri), istri Peltu YNS, anggota Satpom TNI AU Lanud Muljono Surabaya usai menjalani pemeriksaan di Polresta Sidoarjo. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Fita Sulistyowati (FS), 44, istri Pembantu Letnan Satu (Peltu) Yunus Alfian (YNS), anggota Satpom TNI AU Lanud Muljono Surabaya, dilaporkan kesatuan suaminya ke Polresta Sidoarjo.

Warga Jalan Pringgodani III, Komplek TNI AU, Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, itu menjalani pemeriksaan di unit Reskrim Polresta Sidoarjo, Sabtu (12/10) dini hari.

Fita diantarkan mengendarai mobil dinas Polisi Militer nopol 4060-02  hari Jumat (11/10) sekitar pukul 19.30. Turun dari mobil, dia kemudian dibawa masuk ke ruang SPKT bersama tiga orang berseragam TNI AU.

Setelah itu, dia dibawa ke ruang penyidikan unit reskrim Polresta Sidoarjo. Pukul 03.12, Sabtu, Fita baru keluar dari ruang penyidikan. Tak satu patah kata pun keluar dari mulutnya.

Dia memilih menutup muka dengan kain hijab cokelat yang dikenakan. Fita kemudian masuk ke dalam mobil dinas Pomau Lanud Muljono dan meninggalkan Polresta bersama tiga anggota TNI AU yang mengawalnya.

Fita dilaporkan lantaran diduga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dari informasi yang dihimpun, Fita diduga telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian melalui akun media sosialnya (facebook).

Hal itu ditujukan kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam oleh seseorang saat kunjungan di Pandeglang, Banten.

"Jgn2 ini cma dramanya si wir,,,buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan,,, mdh2an si penusuk baek2 aja dan slamat dr amukan polisi, buat yg di tusuk smoga lancar kematiannya" isi kutipan komentar yang ditulis Fita dalam akun Fb, Fita Sulistyowati, miliknya.

Atas ulahnya itu, yang bersangkutan dilaporkan ke polisi. Sedangkan suaminya dikenakan sanksi dari kesatuan. Peltu Yunus mendapat teguran keras dan dicopot dari jabatannya. Ia juga menjalani pemeriksaan oleh kesatuan karena dinilai melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan menyebut jika belum ada penahanan terhadap Peltu Yunus. “Sementara masih ikut mendampingi istrinya di Polresta Sidoarjo untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” sebutnya. 

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menerima pelaporan terkait kasus ITE itu. “Saat ini sedang dalam penanganan dengan memeriksa saksi-saksi,” singkatnya.

DUA PRAJURIT TNI AD JUGA DISANKSI

Sebelumnya, Kepala Subdinas Penerangan Umum TNI AU, Kolonel (Sus) Muhammad Yuris dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/10), mengatakan bahwa dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas adalah netral.

“Karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ucap Yuris.

Tak hanya Peltu YNS dan istrinya. Sebelumnya dua anggota TNI AD juga dicopot dari jabatannya dan disanksi karena ulah sang istri yang mengunggah konten negatif di medsos menanggapi kasus penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto.

Dua personel TNI AD itu adalah Kolonel HS adalah Komandan Kodim di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Serda Z, anggota Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung. Pencopotan dan pemberian sanksi keduanya diumumkan langsung oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa.

"Proses administrasi (hukuman terhadap HS dan Z, Red) sudah saya tandatangani. Tetapi besok (hari ini, Red) akan dilepaskan oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Hasanuddin di Makassar. Karena masuk ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat (11/10).

Menurut Andika, unggahan istri HS berinisial IPDN dan istri Z berinisial LZ dinilai tak pantas. Apalagi, keduanya adalah istri prajurit TNI. Unggahan para istri prajurit TNI tersebut juga akan dilaporkan ke kepolisian dengan UU ITE. (son/jpc/nis/jay)

(sb/jpg/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia