Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Stok Berkurang Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai Merangkak Naik

12 Oktober 2019, 13: 22: 56 WIB | editor : Wijayanto

MASIH MAHAL: Minimnya pasokan membuat harga cabai di Gresik naik

MASIH MAHAL: Minimnya pasokan membuat harga cabai di Gresik naik (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di terjadi Gresik. Yang paling tinggi ialah cabai. Faktor cuaca dan stok yang berkurang menjadi pemicu kenaikan. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Gresik masih berusaha mencari solusi permasalahan tersebut.

Dari pantuan pedagang cabai di Pasar Gresik, harga cabai merah besar mencapai Rp 36 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 25.500 perkilogram. Kenaikannya mencapai Rp 11 ribu. Sedangkan untuk cabai rawit juga naik meski kenaikan tak begitu signifikan. Yakni dari harga Rp 46 ribu menjadi Rp 46.500 per kilogram.

Selain cabai, kenaiaka. harga komoditi lain juga terjadi. Bawang merah mengalami kenaikan sebesar Rp 1.500 ribu dari harga sebelumnya sebesar Rp 14.500 menjadi Rp 16 ribu perkilogramnya. Lalu, harga ayam bloiler juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 32 ribu, menjadi Rp 33 ribu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Gresik, Agus Budiono tak menampiknya. Dia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan survei di sejumlah pasar di Gresik. Hasilnya memang ada kenaikan.

"Data kenaikannya sama. Kami juga sudah cek," ungkapnya.

Menurut Agus ada dua faktor yang menyebabkan sejumlah komoditi itu naik. Pertama karena suplai cabai yang berkurang. Sehingga pedagang sulit mendapatkan kiriman cabai dari petani. Sedangkan, permintaan terus naik. Biasanya cabai dipasok dari petani Mojokerto. Sedangkan faktor kedua ialah cuaca, panas ekstrim yang melanda di sejumlah kawasan.

"Kami akan berupa menstabilkan harga cabai dan komoditi lain," terangnya.

Caranya ialah menambah stok cabai yang masuk ke pasar Gresik. Sehingga permintaan tetap terpenuhi. Dengan begitu, ia berharap harga cabai tersebut berangsur normal.

"Semoga dalam minggu ini harganya bisa turun," pungkasnya.

Sementera itu, salah satu pedagang cabai, Nirmala mengatakan kenaikan cabai itu sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Namun kenaikannya bertahap. Awalnya dua ribu, naik lagi hingga sekarang tembus Rp 10 ribu. "Meski banyak pedagang warung makan yang mengeluh, namun mereka tetap membelinya," ungkap pedagang asal Cerme ini. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia