Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ibu Sibuk Hapean, Anak Dibiarkan Mabuk-mabukan

12 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ibu Sibuk Hapean, Anak Dibiarkan Mabuk-mabukan

Perkembangan teknologi semestinya disikapi dengan bijak. Jangan sampai dunia di dalam kotak itu menyabotase dunia yang sesungguhnya. Jangan sampai seperti Karin, 37. Mung kerono mbelani hape, anak rusak berantakan. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Donwori, 41, akhirnya menyetujui permintaan Karin untuk bercerai. Mau ngaboti apa lagi kalau cinta istrinya sudah pindah ke hati yang lain. Sementara, ia paham betul bagaimana sakitnya kasih sepihak. Hmmmm. "Nak hapene ae chatting-an terus ambek arek lanang. Kate iling bojo piye," curhat Donwori kesal di bangku ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Ya, Karin, istri Donwori memang mokong bin keras kepala. Ia adalah tipikal istri yang bisa tertawa terbahak-bahak saat teleponan dengan laki-laki, di depan suami sendiri. Yang dengan santainya kenalan lalu chatting sana sini. Tapi, ketika satu kata protes keluar dari mulut Donwori, ia habis dihajar makian Karin. 

Kemokongan Karin ini, Donwori akui semenjak istrinya kenalan dengan hape Android dua tahun terakhir. Sejak kenal internet dan sosial media. Muka Karin hanya madep mantep ke layar hape. Mulai dari bangun, pulang kerja, nonton televisi, mau tidur, mau makan, mau ke toilet, hape cinanya tak pernah lepas dari genggaman.

Jangankan mau ngurus suami, urusan wajib semacam masak saja Karin sering absennya. Karin punya inisiatif masak sayur saja, Donwori sudah lega. "Ngecopno rice cooker yo, aku Mbak sing nglakoni," lanjutnya. 

Sikap kecanduan hape Karin ini imbasnya tidak main-main. Menyisakan sesal bagi Donwori sampai saat ini. Karena Karin yang terlalu fokus hape dan pacaran, anak Karin yang dulunya alim rajin mengaji, salah pergaulan. Ia terjerumus ikut-ikutan teman mabuk-mabukan. "Aku dewe kan gak iso mantau bendino. Nek pas kerjo yo ucul areke," ujar Donwori yang bekerja sebagai kernet truk ekspedisi ini.

Padahal, lanjut Donwori, anak semata wayangnya ini, sangat-sangat alim. Dulu pas SD, tidak disuruh, anaknya akan bergegas ke  masjid kalau sudah waktunya azan. Tak seperti kebanyakan anak yang suka main, anak Karin dan Donwori ini juga suka ikut forum keagamaan alias ngaji gumbul-gumbul orang tua. Bahkan, sempat ngengkel minta dipondokkan. 

Sekarang? Jangankan mondok. Setiap malam saja kerjaannya keluyuran dengan teman salah pergaulan tadi. Kalau tidak gitu, ya minum-minuman. Jangan harap seperti dulu yang manutan ke orang tua. Sekarang sekali diomongi, langsung ngasih counter attack. Mbentaki orang tua. "Ora nggumun, onok sing dicontoh kok," lanjutnya. 

Donwori sendiri berniat akan memboyong anaknya ini kalau sudah resmi cerai. Yo opo-yo opo mau mbenahi sikap anaknya, sebisa mungkin lah, katanya. Dari pada makin ajur ikut mboke sing keblinger hape. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia