Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Proyek Saluran dr Soetomo Tidak Sesuai Spek, Komisi III Minta Bongkar

11 Oktober 2019, 16: 49: 56 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Ketua Komisi III Asroin Widyana (topi kuning) saat melihat dasar box culvert Jalan dr Soetomo yang tidak dipadatkan.

SIDAK: Ketua Komisi III Asroin Widyana (topi kuning) saat melihat dasar box culvert Jalan dr Soetomo yang tidak dipadatkan. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Komisi III DPRD Gresik kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) proyek infrastruktur. Kali ini, giliran pembangunan saluran dan trotoar Jalan dr Soetomo. Dari sidak tersebut wakil rakyat menemukan adanya ketidaksesuaian pembangunan dengan spesifikasi pekerjaan.

Sejumlah temuan Komisi III saat menyidak proyek yang digarap PT YHS Alam Sejahtera dengan nilai Rp 3,7 miliar tersebut antara lain, tidak adanya pemadatan tanah sebelum box culvert dipasang. "Mestinya sebelum box culvert dipasang harusnya dilakukan pemadatan dulu tanah yang ada di dasar galian," ujar Sekertaris Komisi III Abdullah Hamdi, kemarin.

Menurut dia, kalau tidak ada pemadatan nanti box culvertnya pasti akan ambles. Dan ini merupak standar pekerjaan pembangunan saluran air. "Ini jelas tidak sesuai spesifikasi," tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana. Pihaknya meminta agar box culvert dilakukan pembongkaran. Setelah itu harus dilakukan pemadatang terlebih dahulu. "Harus dibongkar. Ini kan jelas tidak sesuai spesifikasi," tegasnya.

Di sela-sela sidak, Komisi III mendapatkan keluhan dari warga sekitar. Mereka mempertanyakan dipotongnya saluran air rumah yang menuju ke saluran air induk. "Kenapa saluran saya dibuntu. Bisa banjir rumah saya," ujar Yunus, salah satu warga.

Selain saluran, warga juga memprotes proses pembangunan saluran. Sebab, pembangunan saluran menutup akses jalan rumah warga. "Sudah seminggu lebih mobil saya tidak keluar. Kontraktor tidak memberikan jalan sama sekali," keluhanya.

Padahal hasil sesuai rapat, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Yakni, 200 meter dulu dilubangi, kemudian box culvert di pasang dan ditutup baru membuat lubang baru. "Tapi kenyataannya tidak begitu, semuanya dilubangi tanda diberi akses," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Asroin meminta agar kontraktor memperhatikan keluhan masyarakat sekitar. "Terutama terkait dengan saluran dan akses  jalan. Jangan sampai nanti selesai dibangun saluran rumah tidak tersambung dengan saluran utama," tegasnya.

Sementara itu, Nanang Kasi Pembangunan Bina Marga Gresik mengatakan terkait dengan tidak adanya pemadatan karena kemarin lubang dipenuhi air PDAM. Sehingga kesulitan untuk melakukan pemadatan. "Tapi yang sebelumnya sudah ada pemadatan," kilahnya. Terkait saluran warga, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. "Iya nanti tetap akan disambungkan ke saluran warga," imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia