Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

PKM Fak Pertanian UMG Kembangkan Mina Padi Plus di Lahan Tadah Hujan

11 Oktober 2019, 16: 45: 58 WIB | editor : Wijayanto

BERMANFAAT: Demplot mina padi plus di lahan tadah hujan Kabupaten Gresik

BERMANFAAT: Demplot mina padi plus di lahan tadah hujan Kabupaten Gresik (ANI HUMAIROH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik, Ir. Suhaili, M.Si. mendapatkan hibah Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2019 dari Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemeristik Dikti).

Bersama timnya, Suhaili melakukan pembinaan dan percontohan (demplot) dalam upaya pengenalan teknologi budidaya mina padi plus di kelompok tani Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Melalui penerapan Teknologi Mina Padi Plus hasil lahan pertanian di Gresik makin meningkat.  “Mina Padi plus ini merupakan paket teknologi yang memadukan antara usaha pertanian padi, perikanan (ikan dan udang), peternakan (unggas bebek) dan pupuk hijau Azolla,” kata Suhaili.

Harapannya, terobosan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Gresik.

Menurut Suhaili, sebenarnya Gresik memiliki bangunan irigasi permanen, Misalnya, bendung gerak Bungah, embung Banjar Anyar, Kali Ombo, Lowayu. Gedang Kulud dan Sumengko. 

“Namun air yang tersedia di bangunan irigasi tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan air irigasi terutama pada saat musim kemarau,” jelasnya. Untuk itu, perlu inovasi baru agar tingkat pendapatan petani tinggi. Kesejahteraan petani di Kabupaten Gresik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dikatakannya, beberapa aneka ragam produk pertanian yang dihasilkan selama ini melalui sistem budidaya mina padi plus. Biasanya, secara ekonomis akan mampu meningkatkan pendapatan petani dengan mengurangi resiko gagal dalam usaha tani. “Sistem budidaya yang dalam teks book sering diistilahkan sebagai sistem pertanian terpadu (integrated farming system) menunjukkan hasil cukup memuaskan,” jelasnya.

Dalam hasil demplot percobaan, lanjut Suhaili, diperoleh beberapa hasil yang cukup memuaskan. Misalnya,untuk padi diperoleh gabah kering panen setara dengan 6,3 ton per hektar. Hasil ikan  setara dengan 10,5 ton per hektar, sedangkan udang setara dengan 1,05 ton per hektar dan bebek rata-rata beratnya 0,9 sampai 1,2 kg per ekor.

“Satu kali kegiatan budidaya pada unit lahan yang sama dapat mendapatkan produk beraneka ragam. Seperti gabah, ikan, udang, bebek serta kesuburan tanah yang meningkat akibat pemberian pupuk hijau azolla maupun kotoran bebek,” pungkasnya. (ani/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia