Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

BOSDa Sekolah Swasta Bisa Cair Jika Digunakan untuk Kebutuhan Siswa

11 Oktober 2019, 16: 43: 58 WIB | editor : Wijayanto

BELUM CAIR: Sejumlah perwakilan sekolah swasta saat menggelar aksi protes pendirian sekolah negeri baru di DPRD Gresik beberapa waktu lalu.

BELUM CAIR: Sejumlah perwakilan sekolah swasta saat menggelar aksi protes pendirian sekolah negeri baru di DPRD Gresik beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik akhirnya bersedia mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Namun, pencairan tersebut dengan catatan. Yakni, masing-masing sekolah harus membuat surat pernyataan bermaterai bahwa dana BOSDa benar-benar untuk siswa.

Hal ini seperti yang sampaikan Kepala Seksi (Kasi) Program dan Pelaporan Dispendik Gresik Ronny A Pangandahen. Menurut dia, permasalahan aturan Permendagri 33/2019 terkait larangan sekolah swasta menerima dana hibah secara terus menerus sudah ditemukan solusinya.

“Solusinya, BOSDa bisa duicairkan namun setiap lembaga wajib membuat surat pernyataan bermaterai. Isinya, dana bosda diperuntukan untuk kebutuhan siswa,” ujarnya.

Dikatakan, seluruh sekolah telah setuju dengan catatan tersebut. Dan mereka juga sudah menyerahkan surat pernyataan. “Surat pernyataan ini penting, karena sebelum-sebelumnya BOSDa juga digunakan untuk pembangunan sekolah. Sekarang tidak boleh lagi. Harus benar-benar untuk siswa,” terang dia.

Menurut dia, hasil dari pembahasan dan solusi masalah BOSDa sudah disampaikan kepada bupati untuk dimintakan persetujan. “Sudah ditindaklanjuti, namun kami belum mendapatkan laporan resmi terkait teken bupati itu. Hanya saja masih terus kami upayakan. Intinya semua proses pengajuan sudah kelar,” terangnya.

Dia mengatakan jika tanda tangan bupati sudah didapat, tidak sampai satu bulan BOSDa bisa dicairkan. “Kami tunggu saja sambil terus berupaya  agar prosesnya bisa dipercepat,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah lembaga swasta klimpungan untuk mencari dana talangan lantaran BOSDa tak kunjung cair. Misalnya saja Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV mereka mengaku harus mencari dana talangan hingga Rp 1,7 miliar perbulan.

Sebagai catatan, anggaran dana hibah BOSDa sekolah swasta pada tahun 2019 mencapai Rp 93,5 miliar. Jika dirinci, penerima bosda ada 13.771 siswa SD swasta, 53.318 siswa MI, 13.158 siswa SMP swasta, dan 25.262 siswa MTs. Untuk nominalnya, siswa SD sederajat mendapat Rp 15 ribu dan SMP sederajat Rp 32 ribu. (yua/rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia