Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Komisi III Pantau Proyek Jalan di Gresik Utara

Anggaran Minim, Perbaikan Jalan Tak Maksimal

11 Oktober 2019, 16: 42: 13 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Asroin Widyana memantau pekerjaan proyek pembangunan jalan di wilayah Gresik utara.

SIDAK: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Asroin Widyana memantau pekerjaan proyek pembangunan jalan di wilayah Gresik utara. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Komisi III DPRD Kabupaten Gresik kembali memantau pekerjaan proyek pembangunan jalan. Kali ini, giliran wilayah utara yang dipantau. Hasilnya, Komisi yang membidangi urusan infrastruktur ini menilai pemerintah masih belum maksimal dalam menyelesaikan persoalan kerusakan jalan.

Proyek pembangunan jalan di wilayah Gresik utara yang mendapatkan sorotan dari Komisi III yakni, peningkatan Jalan Panceng-Lowayu dengan anggaran Rp 3 miliar danpeningkatan Jalan Tebuwung-Tiremenggal dengan anggaran Rp 800 juta.

Kemudian, peningkatan Jalan Surowiti – Tebuwung dengan anggaran Rp 2 miliar dan peningkatan Jalan Sekapuk-Ujungpangkah dengan anggaran Rp 10,5 miliar. “Untuk peningkatan Jalan Panceng-Lowayu masih berjalan dengan baik, saat ini baru pemasangan box culvert baru nanti diaspal,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Asroin Widyana.

Sedangkan untuk proyek Tebuwung – Tiremenggal, pihaknya menilai pemerintah tidak serius untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak. Rencana awal perbaikan akan dilakukan sepanjang 1 kilometer. Tapi ternyata dari hasil lelang hanya 200 meter saja. “Kalau seperti kapan selesainya persoalan jalan rusak,” ungkap dia.

Hal sama juga terjadi pada proyek peningkatan Jalan Surowiti – Tebuwung. Jalan yang belum tersentuh perbaikan masih sangat panjang. Tapi sekarang hanya dapat jatah perbaikan untuk 450 meter saja.

Sementara itu, untuk peningkatan Jalan Sekapuk – Ujungpangkah pihaknya pesimis bisa selesai tepat waktu. Bagaimana tidak, hingga saat ini box culvert tak kunjung didatangkan oleh kontraktor. “Selain itu, kondisi medan yang berbatu membuat pekerja kesulitan untuk membuat lubang. Bahkan sampai kena rumah warga,” imbuhnya. (rof/han)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia