Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Stop Tawuran Remaja, Risma Kumpulkan Pelajar dan Diwejangi

11 Oktober 2019, 14: 53: 34 WIB | editor : Wijayanto

MINTA MAAF: Para pelajar saat sungkem kepada orang tuanya masing-masing disaksikan Kapolres Kombes Pol Sandi Nugroho dan Wali Kota Tri Rismaharini.

MINTA MAAF: Para pelajar saat sungkem kepada orang tuanya masing-masing disaksikan Kapolres Kombes Pol Sandi Nugroho dan Wali Kota Tri Rismaharini. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Puluhan remaja yang kerap terlibat tawuran di kawasan Surabaya Utara dikumpulkan di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Siola, Tunjungan. Mereka mendapat wejangan khusus dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

DIBINA: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada anak-anak putus sekolah di UPTSA Siola, Surabaya.

DIBINA: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada anak-anak putus sekolah di UPTSA Siola, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Para remaja tersebut beberapa kali diamankan polisi saat hendak melakukan tawuran masal. Mereka tergabung dalam geng-geng remaja yang kerap terlibat perang kata-kata di media sosial. Rencana tawuran massal itu pun digagalkan Polrestabes Surabaya.

Wali Kota Risma juga memanggil para orang tua anak-anak belasan tahun tersebut. Risma sempat marah layaknya ibu kepada anaknya yang nakal. "Orang tua susah-susah biayai kalian, kalian malah tawuran," kata Risma dengan nada tinggi.

Risma berulang kali mengingatkan para remaja agar tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua. Sebab, masa depan mereka masih panjang. "Orang tua mendoakan kalian, mudah-mudahan kalian dapat menjaga nama baik keluarga," lanjut Risma.

Lalu, Risma menyuruh puluhan remaja itu untuk meminta maaf kepada orang tua mereka masing-masing. "Cium kakinya ibu dan bapak kalian," pinta Risma kepada para remaja.

Menurut Risma, anak-anak tersebut sebetulnya tidak mengerti tujuan melakukan tawuran. Mereka hanya dipaksa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk tawuran. “Hampir 95 persen mereka tidak mengerti. Ada otaknya yang menggerakkan dan menghasut anak-anak ini. Tapi mereka sudah ditangkap untuk ditindaklanjuti oleh kepolisian,” katanya.

Risma juga mengajak para remaja di Surabaya untuk tidak terprovokasi ajakan tawuran. “Yang paling penting, anak-anak jangan mudah terpercaya dengan provokasi dari seseorang. Misalnya, ada kabar kalau kampungnya akan dikeroyok, sekolahannya akan dikeroyok. Jangan mudah terpercaya! Nanti kepolisian akan turun. Gak usah takut dengan ancaman!” katanya.

Selain mengumpulkan para remaja, Pemkot Surabaya ingin mengungkap akar penyebab kenakalan remaja di Kota Pahlawan. Khususnya dalang di balik aksi nekat anak-anak di bawah umur iru. “Kata Pak Kapolres, ini semacam gang motor, tapi gak ada pengikutnya. Yang disasar anak-anak SMP,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, pihaknya bersama Wali Kota Risma ingin memberikan motivasi dan dukungan moral kepada anak-anak yang sempat putus sekolah agar kembali belajar. "Kami juga menghadirkan  para orang tua untuk membina anak-anaknya,” kata Sandi. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia