Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Baru Keluar Penjara Nekat Beraksi Lagi, Eksekutor Jambret Didor Polisi

11 Oktober 2019, 14: 23: 04 WIB | editor : Wijayanto

PENUH TATO: Tersangka Adi Angger Setiawan dengan kaki kanan diperban menunjukkan ponsel yang dirampas di Jl Darmo Indah Selatan, Surabaya.

PENUH TATO: Tersangka Adi Angger Setiawan dengan kaki kanan diperban menunjukkan ponsel yang dirampas di Jl Darmo Indah Selatan, Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Buron jambret di sejumlah lokasi di Surabaya akhirnya dilumpuhkan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Adi Angger Setiawan, 21, warga Jalan Dupak Pasar Baru II, Bubutan, Surabaya, mendapat hadiah timah panas di kaki kanannya karena melawan petugas saat ditangkap.

Polisi menyita satu unit sepeda motor dan sebuah ponsel. Tersangka Adi Angger Setiawan melakukan penjambretan di lima lokasi. Adi bertugas sebagai eksekutor setiap kali menjambret.

Awalnya polisi mendapat informasi tentang penjambretan ponsel di Jalan Darmo Indah Selatan, Tandes, Surabaya. Korbannya Nurul Fitriani, 22, indekos di Sememi Jaya X, Benowo. Polisi lalu menangkap joki penjambretan Budi Adi Santoso.

Dari situ polisi mendapat nama Adi Angger sebagai eksekutornya. "Kami cari tersangka ke rumahnya," ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha.

Sesebelum dilumpuhkan, tersangka Adi mengendarai sepeda motornya di kawasan Jalan Pasar Kembang, Sawahan. Polisi langsung menangkapnya saat dia berada di dekat salah satu hotel.

Adi sempat berhenti, kemudian mencoba kabur saat mengetahui polisi hendak menyergapnya. "Kami kejar-kejaran dengan tersangka. Tersangka melawan sehingga kami lumpuhkan," kata Iptu Giadi.

Tersangka Adi yang badannya penuh tato sudah lima kali menjambret. Selain di Darmo Permai Selatan, dia juga beraksi di Jalan Ahmad Yani, Dupak, depan Pasar Turi; Jalan Tanjungsari, dan sekitar sentra kuliner Jalan Indrapura. "TKP Ahmad Yani dan Indrapura dia bersama temannya yang lain," tutur Giadi.

Pria dengan tato My Mother Is Angel di dadanya itu  ternyata pernah mendekam di balik jeruji tahanan. Sebelumnya, pada 2017 lalu dia ditangkap terkait kasus penjambretan di Polsek Sawahan. Dia divonis dua tahun satu bulan penjara. "Tersangka baru bebas dan langsung beraksi lagi. Dia residivis kasus yang sama, katanya butuh uang," kata Giadi. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia