Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Disita Bea Cukai dari Penumpang di Juanda

Puluhan Iphone 11 yang Belum Beredar di Indonesia Bakal Dimusnahkan

10 Oktober 2019, 13: 32: 25 WIB | editor : Wijayanto

ILEGAL: Petugas Bea Cukai Bandara Juanda menunjukkan barang-barang sitaan milik penumpang pesawat.

ILEGAL: Petugas Bea Cukai Bandara Juanda menunjukkan barang-barang sitaan milik penumpang pesawat. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Sebanyak 76 handphone (Hp) merk Apple Iphone 11 terancam bakal dimusnahkan petugas Bea Cukai Juanda. Puluhan Hp edisi terbaru yang belum terbit di Indonesia itu merupakan hasil penyitaan dari sejumlah penumpang yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda.

Kakanwil Ditjen Bea Cukai (DJBC) Jatim I, Muhammad Purwantoro menceritakan, pasca rilis Hp Iphone seri terbaru tersebut di Singapura pada 20 September lalu, banyak warga Indonesia yang tergiur memilikinya.

Tidak sedikit warga Indonesia yang pulang dari luar negeri membawa oleh-oleh Iphone seri terbaru tersebut. Padahal di Indonesia masih belum rilis.

Oleh karena itu, sesuai ketentuan, petugas Bea Cukai akan menyita warga yang membawa Iphone lebih dari dua unit.

"Hal ini sesuai dengan PERMENDAG No 38/M-DAG/PER/8/2013 tentang ketentuan impor telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet," terangnya.

Purwantoro mengatakan, dalam dua minggu terakhir, ada lima penindakan yang berhasil dilakukan petugas Bea Cukai Juanda. Pertama pada Selasa (24/9) lalu, 36 unit Hp merk Apple Iphone 11 diamankan petugas. Barang itu dibawa empat penumpang menggunakan koper.

Kemudian hari Minggu (29/9), 11 unit Hp merk Apple Iphone 11 kembali disita dari seorang penumpang. Lalu hari Rabu (2/10), 9 unit Iphone edisi terbaru itu juga dibawa oleh seorang penumpang dan disita. 

Empat hari kemudian, yaitu Minggu (6/10), petugas juga mengamankan 19 unit Iphone lagi dari tangan dua orang penumpang. Baru yang terakhir pada Senin (7/10), 9 unit Iphone 11 juga berhasil diamankan dari dua penumpang.

"Total ada 84 unit yang sempat diamankan, tapi sebagian sudah dibayar pajak impornya sesuai ketentuan. Jadi bisa dimiliki. Tapi dengan berat hati barang yang sudah disita juga bisa kita musnahkan," imbuhnya.

Purwantoro menghimbau kepada masyarakat agar tidak terburu-buru membeli barang yang memang belum beredar di Indonesia. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia