Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Gerah Suami Suka Nginteli dan Ngecek-ngecek Hape-ne Bojo

10 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Pusing, pusing tujuh keliling kalau sudah punya pasangan pencemburu buta. Gerak tidak leluasa karena dicurigai terus menerus. Kebebasan ber-hapean juga terbatas karena tiap menit dan detik harus di-skinning suami. Takut-takut chatting-an dengan pria lain.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kepusingan inilah yang dirasakan oleh Karin, 27. Hubungan pernikahannya tak pernah damai dan jenak. Karena setiap hari kerjaannya adalah berantem dengan suami. Pasalnya, Karin jengah terus-tetusan dicurigai. Sementara Donwori tak pernah capai menaruh curiga. 

"Bendino nggarai ae. Obah sak obah kok diwara selingkuh," ujar Karin kesal, di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu.

Masalahnya curiganya Donwori bukan terasa seperti cemburu tanda cinta. Malah Karin merasa seperti objek salah-salahan suami saja. Terlalu. Kalau Karin mengabaikan telepon Donwori sekali, ia akan ditelepon bisa sampai 30 kali. Sampai Karin jengah dan terpaksa mengangkat.

Di sela-sela miscall tanpa henti itu, Donwori juga mengirimkan sumpah serapah di chat. Mengatakan Karin sedang selingkuh dengan pria lain. "Sing dicemburui iku gak genah sopo. Cemburu mbek angin ta piye iku maksude," lanjut Karin yang mengaku blas gak selera selingkuh. 

Saking cemburu butanya, sesaat sebelum tidur, Donwori rutin memeriksa pesan Karin. Mulai dari riwayat telepon, social media, chat, semua dibuka satu per satu. Tukang gojek yang menelpon nomor WA-nya saja akan dicemburui, dikira pria lain.

Sempat, saking kesalnya Karin menghapus semua isi chat-nya. Namun sekali ia kapok. Capai sendiri meladeni brondongan pertanyaan curiga Donwori yang tak henti menanyai mengapa Karin hapus semua chat. Apakah ia menyembunyikan ini dan itu. 

Hingga puncak kesabaran Karin benar-benar digilas habis manakala Donwori, dengan anarkis membanting hape Karin. Karena kala itu ia menolak untuk memberikan hanphonenya.

Donwori yang mengamuk langsung merebut handphone di tangan Karin dan membantingnya ke lantai sampai hancur. Saat itu, Karin kesal setengah mati. "Koyo sugih ae mbanting-mbanting hape. Wong sek digawe youtuban dijaluk ae, langsung umup ndasku," jelas Karin yang saat itu memang sudah kesal dengan perilaku macam intel suaminya itu. 

"Sebenarnya Mbak, aku cuma cinta sama suamiku itu saja. Dari pacaran dulu aku cinta mati mbek dia seorang. Tapi lek dicurigai terus yo rasane sumpek, Mbak. Rasane duduk dicintai lek ngene, malah koyo tawanan," kata Karin yang juga masih gagal paham apa yang memicu cemburu berlebihan suaminya itu. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia