Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nyetir Brio Sendirian, Kakek Tabrak Pejalan Kaki dan Gerobak Bakso

09 Oktober 2019, 18: 17: 36 WIB | editor : Wijayanto

HANCUR DAN TERBALIK: Mobil Brio yang dikemudian Slamet Wijaya terguling usai melabrak gerobak bakso sampai hancur tak berbentuk.

HANCUR DAN TERBALIK: Mobil Brio yang dikemudian Slamet Wijaya terguling usai melabrak gerobak bakso sampai hancur tak berbentuk. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil Honda Brio dan seorang pejalan kaki serta gerobak bakso terjadi di Jalan Arjuno, tepatnya di depan rumah nomor 4, Rabu (9/10) sekitar pukul 14.00.

PERTOLONGAN PERTAMA: Korban Santoso yang ditabrak Brio dan sempat terseret dilarikan ke rumah sakit.

PERTOLONGAN PERTAMA: Korban Santoso yang ditabrak Brio dan sempat terseret dilarikan ke rumah sakit. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Menurut keterangan saksi mata, Kholik, 42, saat kejadian dirinya sedang mengobrol dengan Santoso, 62, warga setempat. Namun di tengah obrolan, mereka dikejutkan dengan mobil Honda Brio yang melaju kencang dari selatan mengarah ke mereka yang sedang berdiri sambil mengobrol.

Tak ingin celaka, sontak Kholik berusaha menarik Santoso yang berdiri di hadapannya. “Saya tarik, tapi gak nututi (tidak keburu, Red). Sehingga Pak Santoso tertabrak (mobil) dan terseret sejauh 25 meter,” kata Kholik saat memberi keterangan seusai kejadian.

Bahkan tak hanya menabrak Santoso, mobil warna biru berplat nomor L 1443 VE yang dikendarai Slamet Wijaya, 80, itu terus melaju kencang. Mobil pun menabrak gerobak bakso milik Edi, 29, yang berada tidak jauh dari keduanya berdiri. Usai menabrak bakso, mobil itu terguling.

Akibat kejadian ini, Santoso sempat tak sadarkan diri karena mengalami luka cukup parah di bagian wajah. Tak hanya itu, gerobak bakso milik Edi, warga Malang yang tinggal di Kupang Gunung Timur, hancur tak berbentuk diterjang mobil tersebut hingga dagangannya tercecer di jalanan.

Mengetahui kondisi Santoso yang tak sadarkan diri, Kholik mencoba menghubungi keluarga korban. “Pak Santoso sempat tak sadar. Setelah ada pertolongan dari petugas medis akhirnya beliau sadar dan dilakukan penanganan,” kata penjual stiker ini.

Sementara itu, kondisi Slamet sang pengemudi Brio juga mengalami luka di bagian wajah akibat terkena serpihan kaca mobil. Petugas medis pun melarikan Santoso dan Slamet ke RSUD dr Soetomo untuk penangan medis lebih lanjut.

Kecelakaan ini langsung ditangani oleh Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya. Aiptu Yoyon dari unit lantas membawa barang bukti mobil serta gerobak bakso yang hancur ke Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut dia, dari pemeriksaan TKP, mobil warna biru itu melaju dari selatan ke arah utara. Sesampainya di tempat kejadian, mobil menabrak orang yang sedang mengobrol di tepi Jalan Arjuno dna terus melabrak gerobak bakso dan gerobak penjual stiker hingga hancur.

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kecelakaan karena masih dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi Brio yang sudah lanjut usia. “Pengemudinya dan korban sudah kami bawa ke rumah sakit. Selanjutnya kami lakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan. Sopirnya sudah sepuh, dia nyetir sendiri,” papar Aiptu Yoyon. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia