Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Upah Minim, Sukwan Puskemas di Kebomas Mengeluh

09 Oktober 2019, 16: 51: 25 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi pegawai honorer

Ilustrasi pegawai honorer (DOK/JPC)

Share this      

GRESIK - Pegawai sukwan (sukarelawan) di puskesmas wilayah Gresik masih banyak.  Ironisnya, honor yang diterima mereka sangat memprihatinkan. Salah seorang perawat sukwan di salah satu puskesmas mengaku setiap bulan hanya menerima gaji Rp 400 ribu. Jumlah itu untuk makan sebulan pun tidak cukup. Padahal, jam kerjanya juga sama. Malah, kerap berangkat lebih awal dan pulang paling akhir.

“Iya kadang membantu di luar tugas saya. Kadang bantu bersih-bersih hingga tanggung jawab mengunci ruangan,” ucap sukwan yang enggan disebut namanya itu.

Karena itu, sopir yang bekerja di salah satu puksemas itupun berharap ada kejelasan dari Pemkab Gresik dalam mensejahterakan pegawai. Jika dilihat latar belakang pendidikannya, pegawai yang bekerja disalah satu puskesmas itu juga lulusan strata satu (S1).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan pihaknya tidak bisa mengangkat pegawai tenaga harian lepas (THL) baru. “Sudah sesuai surat edaran bupati,” tukasnya.

Meski begitu, mantan Kepala Puskesmas Bungah itu mengaku bakal mengupayakan status pegawai mereka. Masalahnya, persoalan kesejahteraan itu lagi-lagi terkait dengan anggaran. “Anggarannya memang minim. Selama ini mereka diberi upah atas suka rela puskemas masing-masing,” ucapnya.

Pihaknya mengaku secara keseluruhan akan diperjuangkan. Baik kesejahteraan maupun statusnya. Untuk saat ini, pihaknya belum bisa bicara banyak. “Iya akan kami upayakan status mereka secara bertahap,” pungkasnya. (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia