Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mengaku Pegawai Bank, Eh Malah Gasak HP

09 Oktober 2019, 15: 17: 15 WIB | editor : Wijayanto

TERDUGA PELAKU: Seorang pria yang terekam CCTV dilaporkan telah mencuri HP.

TERDUGA PELAKU: Seorang pria yang terekam CCTV dilaporkan telah mencuri HP. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Ada-ada saja modus pelaku penipuan penggelapan. Kali ini pemilik outlet di Jalan Sutorejo Prima Utara, Mulyorejo, Senin (7/10) siang menjadi korban. Sebuah ponsel merek Xiaomi inventaris kantor tersebut diambil seorang pria yang mengaku pegawai sebuah bank swasta.

Aksi tersangka ini terekam CCTV di outlet tersebut. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Mulyorejo. Diduga korban tidak hanya satu, melainkan banyak dan tersangkanya sama.

Salah satu pegawai outlet yang diketahui menemui pelaku itu, Yulia Sixtia Rina, 19, warga Blitar, waktu itu yang menemui pelaku. Awalnya pelaku datang mengendarai sepeda motor matik menggunakan kemeja putih dan jaket merah mengaku sebagai pegawai bank.

Yulia tidak curiga saat pelaku bertanya-tanya. "Ia mengaku hendak menyewa layanan pijat untuk enam orang karyawan bank," jelasnya.

Yulia awalnya menanggapi semua pertanyaan pelaku. Ia menaruh dua ponsel, satu milik outlet dan satu ponsel miliknya tergeletak di atas meja. Saat sedang menjawab pertanyaan pelaku mengenai layanan pijat, tiba-tiba pelaku mengeluh sakit perut.

Ia meminta segelas air dan sendok pada Yulia. Korban yang panik langsung masuk dan mengambil air serta sendok. Tak lama kemudian ia keluar dan melihat pelaku sudah tidak ada di lokasi.

Ia memeriksa keluar ternyata sudah tidak ada. Sementara ponsel inventaris kantor juga sudah tidak ada di atas meja. Ia pun melaporkannya ke atasan dan melihat rekaman CCTV. "Dalam rekaman tersebut terlihat tersangka mengambil ponsel itu. Hingga akhirnya di-share di media sosial," ungkapnya.

Yulia kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Mulyorejo. Saat melaporkan kejadian yang dialaminya, ada orang lain yang juga melaporkan hal yang sama. Pelapor itu menggunakan pakaian dinas entah pegawai negeri sipil (PNS) kecamatan atau kelurahan. "Modusnya sama dengan yang saya alami," ujarnya.

Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Ipda Mulyono membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya belum bisa memberikan keterangan banyak mengenai kejadian tersebut. "Kami masih menyelidikinya. Penyelidikan awal mempelajari rekaman CCTV dari korban," terangnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia