Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Bongkar Bisnis Jual Beli Satwa Langka, Amankan1 Tersangka, 13 Burung

09 Oktober 2019, 14: 33: 33 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menunjukan tersangka atas kepemilikan  lima ekor burung merak hijau yang dilindungi.

DIAMANKAN: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menunjukan tersangka atas kepemilikan lima ekor burung merak hijau yang dilindungi. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Jajaran Satreskrim Polres Gresik berhasil membongkar praktik jual beli hewan langka jenis burung. Polisi menetapkan satu orang tersangka dan mengamankan 13 burung langka yang dilindungi.

Rinciannya, lima ekor merak hijau, enam ekor burung takur api, dan dua ekor burung tangkar Uli Sumatera. Salah satu tersangka yang berhasil diamanakan yakni, Dani Agus Saputra, 31, warga Desa Golokan RT 5/RW 5, Kecamatan Sidayu. Ia ditangkap lantaran memiliki lima ekor burung merak hijau.

Selain Dani, sebenarnya ada tersangka lain dengan inisial D pemilik burung takur api dan tangka uli sumatera. Namun, polisi belum berhasil melakukan penangkapan. Polisi hanya berhasil mengamankan dua orang pegawainya bernama Heru dan Ferdi.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan penangkapan terhadap tersangka lantaran hewan merak hijau telah ditetapkan pemerintah menjadi hewan langka.

Ini sesuai Peraturan Menteri LHK nomor P.106/MENLHK/SEKJEN/KUM. 1/12/2018. “Burung merak hijau merupakan satwa langka yang mulai sulit dijumpai,” ujarnya. 

Saat diperiksa, tersangka mengaku hewan tersebut didapatkan tersangka dari temannya saat masih telur. Lalu ditetaskan sendiri menggunakan alat penetas ayam selama 27 hari hingga dewasa. Kemudian disimpan di rumah mertuanya di Desa Golokan RT 5/RW 5, Kecamatan Sidayu.

"Saat disimpan di rumah mertuanya langsung kami amankan. Di pasaran satu burung merak hijau dihargai Rp 25 juta," tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda sebanyak Rp 100 juta," tandasnya.

Sedangkan untuk tersangka D yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tempat usahanya berada di Menganti.

"Kami langsung menggerebek lokasi penyimpanan burung langka tersebut dan mengamankan enam ekor burung Takur Api seharga Rp 1 juta dua ekor Tangkar Uli seharga 1,5 juta," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Wilayah II Jatim Wiwid Widodo mengatakan perdagangan satwa burung yang dilindungi masih marak terjadi. Bahkan kini juga menggunakan sistem online. Khususnya, di daerah Gresik dan Lamongan.

"Terhadap satwa burung tersebut segera kami rehabilitasi apa berpotensi membawa bibit penyakit atau tidak. Kalau sudah clear nantinya dokter hewan memberikan surat keterangan satwa bebas penyakit," pungkasnya. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia