Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Cuaca Berubah, Bongkar Muat Ikan di TPI Campurejo Turun Drastis

09 Oktober 2019, 11: 33: 16 WIB | editor : Wijayanto

TURUN: Aktivitas bongkar muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Campurejo, Kecamatan Panceng.

TURUN: Aktivitas bongkar muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Campurejo, Kecamatan Panceng. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK -  Diduga karena cuaca tak menentu, aktivitas bongkar muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Campurejo, Kecamatan Panceng menurun. Meski menurun, harga ikan masih stabil.

Dari data yang diperoleh di lapangan tahun 2018 ada 157 kali bongkar muat ikan, sedangkan hingga September tahun 2019 sudah 105 kali bongkar muat ikan.

Kepala UPT TPI Campurejo Ainur Rofiq mengatakan, aktivitas bongkar muat diprediksi terus menurun.

Cuaca dan gelombang tinggi menyebabkan hasil tangkapan ikan nelayan di daerah Gresik sedikit. Harga ikan naik karena kalah tangkapan dengan nelayan dari daerah lain yang menyebabkan harganya lebih murah.

"Jadi cuacanya dan gelombang tidak mendukung. Setiap bulan mesti ada gelombang tinggi, angin kencang, sehingga kapal tidak bisa sandar di sini dan bongkar muat ikan turun 30 persen di banding tahun lalu," katanya.

Dikatakan, meski tren bongkar muat ikan menurun, pihaknya optimistis ke depan TPI Campurejo kembali ramai dengan aktivitas bongkar muat ikan.

Selain akses mudah, pemerintah berjanji menambah fasilitas yang ada di TPI untuk menunjang aktivitas bongkar muat ikan.

"Meski tren menurun, kami yakin jika cuaca membaik akan ramai lagi. Kami juga optimistis pendapatan dari TPI Campurejo mencapai target untuk menunjang PAD Gresik," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu buruh bongkar muat ikan Mursid mengaku, di tengah laut sering terjadi cuaca buruk. "Kalau cuaca buruk tidak bisa sandar. Hanya pasang jangkar, tak bisa cari ikan juga," pungkasnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia