Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jelang Musim Hujan, 1.200 Petugas Pematusan Disiagakan

09 Oktober 2019, 05: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

BERSIHKAN SALURAN AIR: Sejumlah petugas Satgas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya melakukan pembersihan saluran air di kawasan Jalan Kartini.

BERSIHKAN SALURAN AIR: Sejumlah petugas Satgas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya melakukan pembersihan saluran air di kawasan Jalan Kartini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya terus bersiaga menangani permasalahan saluran air di seluruh Surabaya menjelang datangnya musim hujan.

Sebanyak 1.200 satuan petugas (Satgas) pematusan di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya sudah mulai disiagakan.

Erna Purnawati Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya mengatakan dari 1.200 satgas pematusan tersebut, sekitar 370 satgas di antaranya bertugas sebagai operator alat berat, driver dan operator pompa.

"Para petugas itu tersebar di seluruh kawasan kota Surabaya. Jadi kan ada rayon-rayonnya," kata Erna. Menurut dia, biasanya satgas tersebut membantu kerja bakti di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RW) di sejumlah perkampungan Kota Surabaya pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. "Biasanya pengurus RT dan RW minta bantuan ke kita, ya kita bantu," katanya.

Sedangkan untuk penanganan banjir di Surabaya khususnya menjelang musim hujan, Erna mengatakan bahwa Satgas Pematusan mempunyai prioritas wilayah mana saja yang harus ditangani terlebih dahulu.

Diketahui anggaran bagi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya termasuk penanganan banjir saat ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu sekitar Rp1,2 tiliun.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan penanganan banjir di Surabaya menggunakan skala prioritas dengan menentukan terlebih dahulu kawasan-kawasan mana yang sering menjadi langganan banjir, salah satunya adalah di Benowo yang berdekatan dengan Kali Lamong.

Menurut dia, langkah itu ditempuh agar program pembangunan lainnya di Kota Surabaya juga bisa berjalan. "Kalau mayoritas anggaran ditarik ke (penanganan) banjir, otomatis tak ada untuk pengentasan kemiskinan dan program lainnya," katanya.

Eri mengatakan, lima tahun sebelumnya, sebagian besar anggaran penanganan banjir berasal dari pemerintah pusat. Namun Saat ini tidak lagi menerima bantuan itu, sehingga Pemkot Surabaya harus punya skala prioritas.(rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia