Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

BB Narkoba Miliaran Rupiah Dimusnahkan, Surabaya Masih Jadi Pasar

09 Oktober 2019, 02: 49: 18 WIB | editor : Wijayanto

UNGKAP: Tersangka dan barang bukti narkoba yang berhasil diamankan Polrestabes Surabaya dan jajaran.

UNGKAP: Tersangka dan barang bukti narkoba yang berhasil diamankan Polrestabes Surabaya dan jajaran. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ribuan barang bukti kasus narkoba dimusnahkan di halaman Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, Selasa (8/10). Nilainya mencapai miliaran rupiah.

Barang bukti yang dimusnahkan itu meliputi 4,8 kilogram sabu-sabu (SS), 2,9 kilogram ganja, 1.158 butir pil ekstasi, 930 butir pil Happy Five, dan 186 ribu pil LL.

Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan dengan disaksikan pejabat dari Direktorat Resnarkoba Polda Jatim, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Pengadilan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Wakapolretabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pemusnahan kali ini berbeda dengan pemusnahan sebelumnya. Saat ini pihaknya lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas seperti pada pemusnahan tiga bulan sebelumnya.

Kasus berkualitas itu mulai diungkap pada Juli hingga September. Ada tujuh kasus dengan 10 tersangka yang ditangkap. “Ini salah satunya kurir sabu jaringan lapas yang ditangkap di Sidoarjo beberapa waktu lalu,” katanya.

Secara keseluruhan, ungkap kasus berkualitas tersebut tercatat sebagai tujuh kasus dari Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dan enam kasus di polsek jajaran.

Leonardus berharap ke depan bisa lebih baik lagi dan semakin meningkatkan kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus narkoba di wilayahnya. “Kami apresiasi kinerja polsek yang juga bisa mengungkap kasus berkualitas. Salah satunya Polsek Tegalsari yang paling banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian mengatakan, di wilayah Polrestabes Surabaya sendiri paling banyak adalah pengguna narkoba baik sabu, koplo, maupun narkoba jenis lainnya.

Namun, pengedarnya ditemukan di luar kota. Ini diketahui dari hasil penangkapan kurir sabu dengan barang bukti empat kilogram di Sidoarjo. Begitu juga tangkapan dengan barang bukti besar di luar kota seperti Gresik dan Mojokerto.

Kompol Memo mengatakan, Surabaya ini hanya sebagai pasar narkoba. Pengedar dan kurir membawa barang haram itu dalam jumlah banyak untuk dijual di Surabaya. Sementara gudang penyimpanan berada di luar kota. Modusnya tidak ada yang baru. Hanya kemasan baru ineks dalam kapsul.

“Jadi, kemasan saja yang baru. Ini katanya agar pengguna tidak pahit menelan ineks, tapi bahaya karena dosis tinggi. Satu butir ineks dalam satu kapsul,” jelasnya.

Seluruh barang bukti tersebut satu per satu dimasukkan dalam alat insinerator milik BNNP Jatim. Kemudian narkoba bernilai miliaran rupiah itu dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan dimulai dari barang bukti SS, kemudian dilanjutkan dengan pil. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia