Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Diduga Hamil dengan Pacar

Malu Hamil di Luar Nikah, Ayah Buang Mayat Bayi Putrinya ke Sungai

09 Oktober 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Muslich alias Ulik dan putrinya EZ alias Eva.

TERSANGKA: Muslich alias Ulik dan putrinya EZ alias Eva. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Masih ingat kasus pembuangan bayi di Kali Genteng, Jalan Gemblongan II, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada 17 September lalu? Polisi akhirnya menangkap Muslich alias Ulik, 58, dan Eka Zulifah alias Eva, 22, sang ibu bayi. Keduanya warga Jalan Ketandan Baru IV, Bubutan. Tersangka Muslich alias Ulik tak lain adalah ayah Eva alias kakek sang bayi malang itu.

Keduanya ditangkap polisi karena dengan sengaja berusaha menggugurkan kandungan. Saat ini Muslich dan Eva mendekam di tahanan Polsek Bubutan.

Sang ayah dan putrinya berjalan gontai menuju ke ruang depan Polsek Bubutan, Selasa (8/10). Wajah Eva tampak ketakutan dan depresi.

Ulik, ayah korban, menceritakan bahwa awalnya dia tidak mengetahui jika putrinya hamil. Apalagi pada pertengahan puasa, putrinya mengaku masih haid seperti biasa. Juga tidak tampak perubahan pada perutnya seperti layaknya wanita hamil.

“Tapi saat itu anak saya tiba-tiba keluar dari kerjaannya,” kata Ulik. Tanda-tanda aneh mulai tampak pada pertengahan Agustus lalu. Eva mengalami pendarahan hebat. Ini membuatnya harus dibawa ke Rumah Sakit Soewandhie. Ulik yang mengantarnya ke rumah sakit milik pemkot itu.

Pacar Eva bernama Afandi pun ikut mengantarkan Eva. Ulik sempat bertanya apakah dia yang menghamili putrinya. “Afandi bilang tidak. Saya jadi bingung. Apalagi anak saya hamil,” ungkapnya.

Ulik yang malu dengan tetangganya akhirnya menyuruh Eva untuk mengonsumsi minuman untuk menggugurkan kandungannya. Eva pun menenggak minuman bersoda dan makan nanas sehari dua kali.

Namun, belum ada tanda sama sekali kalau Eva hamil. Apalagi, perut Eva juga tidak membesar. “Namun, Jumat (13/9), anak saya merasakan kesakitan dan sempat saya taruh di rumah sakit, tapi pulang,” ujarnya.

Sabtu (14/9), sekitar pukul 04.30, Eva tiba-tiba merasakan kesakitan di perutnya. Ulik lantas memeriksa dan melihat kepala bayi mulai keluar. Ia sempat berpikir untuk menyumpal bayi tersebut agar tidak keluar. Namun, sang anak menolak sehingga ia membantu dengan menekan perut putrinya. “Saya tekan dan janin langsung keluar. Tapi tidak ada tangisan. Saya pikir meninggal sehingga langsung saya masukkan plastik,” jelasnya.

Ulik mengaku sangat panik karena takut tetangganya mengetahui putrinya melahirkan bayi tanpa ayah. Ia langsung memotong tali pusar dan membawa janin tersebut, kemudian membuangnya di sungai.

Ia berjalan kaki dan membuangnya begitu saja karena pagi itu masih sepi. Setelah membuang bayi, Ulik kembali dan menguburkan ari-ari bayi tersebut.

Namun siapa sangka, perbuatan itu akhirnya terbongkar setelah mayat bayi itu ditemukan warga dan dilaporkan ke polisi hingga dilakukan penyelidikan dan terbongkarlah semua perbuatan ayah dan putrinya itu. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia