Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dibuka Gubernur Khofifah, Jatim Fair 2019 Bidik Transaksi Rp 100 M

09 Oktober 2019, 02: 00: 00 WIB | editor : Wijayanto

TINJAU PAMERAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) didampingi ketua TIm Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin meninjau salah satu stan dalam pameran Jatim Fair di Grand City Surabaya.

TINJAU PAMERAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) didampingi ketua TIm Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin meninjau salah satu stan dalam pameran Jatim Fair di Grand City Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jawa Timur makin semarak dengan Jatim Fair 2019. Pameran multiproduk terbesar di Indonesia Timur di Grand City Surabaya, Selasa (8/10), itu diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pameran menghadirkan kerajinan serta produk unggulan dari berbagai kabupaten/kota di Jatim. Terutama handycraft dan produk yang menjadi prototype keunggulan teknologi Jatim.

Sebelum peresmian, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, perwakilan konsulat jenderal dan konsul kehormatan, para bupati/wali kota se-Jatim, jajaran BUMN dan BUMD, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pelaku dunia usaha dan industri disuguhi penampilan Tari Nusantara Rancak Bhinneka. Pemprov Jatim ingin menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Gubernur Khofifah mengatakan, Jatim Fair akan menjadi bagian dari pertemuan antara  produsen dengan buyer. Tidak hanya dari Jatim, tapi juga dari luar provinsi serta  mancanegara.

“Pada Jatim Fair IX/2018 lalu, suasana pertemuan forum business meeting berjalan lancar. Maka, di Jatim Fair tahun ini, kami berharap akan tercipta suasana lebih kondusif lagi,” ucapnya.

Menurut Khofifah, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68/2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari menjadi penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“KEK Singhasari akan menjadi KEK pertama yang memiliki cluster digital IT. Jadi, produk UMKM kita bisa go global. Apalagi nantinya tidak hanya industri manufaktur saja yang bisa diakses oleh digital IT, tapi industri pengolahan juga bisa,” tambah Khofifah.

Gubernur perempuan pertama dalam sejarah Jatim ini optimistis gelaran Jatim Fair dapat memberi dampak positif bagi perekonomian Jatim. Terutama dari sisi nilai transaksi yang ditargetkan dapat menembus angka Rp 100 miliar. Pada semester I/2019, pertumbuhan ekonomi Jatim secara year on year (YoY) mencapai angka 5,72 persen.

Angka tersebut bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,05 persen. “Dengan target pengunjung lebih dari 125 ribu orang, diharapkan nilai transaksi dapat tembus sesuai harapan,” katanya.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menambahkan, gelaran Jatim Fair X/2019 yang mengusung tema Semarak Belanja Hiburan dan Rekreasi ini dapat menjadi sarana transaksi dagang.

“Ada 540 stan yang berasal dari dalam dan luar negeri yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat hingga 13 Oktober,” ucapnya. (rul/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia