Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Jadi Rebutan Bule Tampan, Eh Jadi Lupa Suami

09 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang kerja di pelayaran, doyan selingkuh. Penulis pikir, hanya laki-laki saja yang begitu. Rupanya, perempuan pun ada. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Seperti Karin, 29, ini. Mentang-mentang jadi primadona di kapal, ia tak pulang-pulang. Lupa suami yang kesepian di rumah. "Betah gak moleh lah, dadi rebutan bule-bule ngganteng. Opo iling ambek bojone sing raine standar ngene," ujar Donwori saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama  (PA) Klas 1A Surabaya.

Donwori menyebutkan, perceraiannya dengan Karin lantaran istrinya tidak mau diatur. Sudah menikah, tetap saja ngengkel kerja di pelayaran yang banyak risikonya. Mulai dari rawan tekanan, juga rawan godaan pihak ketiga.

"Nak kapal iku, Mbak, koyo nak STM. Perbandingane lanang mbe wedok uwadoh. Misale cewek siji lanange iso limo ta enem. Mangkane rawan. Soale saking minime arek, wedok siji dadi rebutan, masio elek-eleko,"  lanjut Donwori.

Bahayanya, ya perempuan-perempuan yang tak kuat iman ini. Bagaimana bisa menolak godaan bule-bule dari berbagai belahan dunia yang kebanyakan tampan dan menggemaskan. "Aku ngerti ngene ki ya dikandani areke dewe, akeh kancane sing kecantol. Tapi, areke janji gak melu-melu. Jebul podo dene," imbuhnya, sebal. 

Donwori pun yakin kalau istrinya selingkuh melalui postingan-postingan sosial media Karin dan jajaran laki-laki bule yang sengaja ia pantau dari jauh.

Di sana ia menemukan bahwa Karin sering pasang foto bareng dengan dua orang bule yang nauzubillah tampan. Bahkan, di kolom komentar, Karin dan teman-teman bulenya ini nampak mesra. Hal inilah yang membuat Karin curiga. 

Donwori juga makin dibuat  kesal lantaran kecurigaannya tidak terjawab. "Masalahe lek ditelepon ra tau diangkat sisan," ungkap Donwori. 

Sikap Karin yang terlampau cuek ini pun membuat Donwori makin gelisah. Bagaimana tidak, Karin ini baru pulang ke rumah tujuh atau sembilan bulan sekali. Pulang-pulang memperbaharui kontrak, lalu pergi lagi. Lantaran cemburu dan khawatir, Donwori memaksa Karin untuk berhenti. Eh kok ya tidak dituruti.

Karin lebih cinta pekerjaannya ketimbang suami, sepertinya. Juga mungkin, lebih cinta bule-bulenya ketimbang suami hitamnya. "Tak paksa berhenti, malah tambah mokong. Tambah tak telepon bolak-balik gak direken," pungkas Donwori, ngenes.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia