Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ketergantungan pada Media Sosial Picu Depresi

08 Oktober 2019, 18: 05: 01 WIB | editor : Wijayanto

MANIA: Remaja paling banyak menggunakan medsos.

MANIA: Remaja paling banyak menggunakan medsos. (NET)

Share this      

SURABAYA - Saat ini media sosial (medsos) sudah jadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Orang berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada publik lewat medsos. Namun, medsos juga punya dampak negatif karena bisa menganggu kesehatan mental remaja.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSUD dr Soetomo Dr dr Yunias Setiawati SpKJ (K) mengatakan, medsos bisa membuat remaja tidak dapat membedakan realitas dan dunia maya. Tidak jarang konten di medsos menggambarkan bentuk tubuh yang dianggap ideal. Padahal, kenyataannya bentuk tubuh setiap remaja berbeda-beda.

"Banyak influencer yang kurus itu kan mendorong remaja berpikir kalau tubuh ideal seperti itu," terangnya.

Yunias menuturkan, konsumsi media sosial yang terlalu banyak dapat menyebabkan remaja menjadi rendah diri dan cemas terhadap tubuh mereka. Hal inilah yang mendorong depresi di kalangan remaja.

Karena itu, Yunias mendorong orangtua untuk membatasi waktu anaknya menggunakan media sosial. Misalnya, maksimal bermain media sosial satu jam saja. "Supaya mereka bisa bersosialisasi di dunia nyata," imbuhnya.

Selain mengurangi konsumsi medsos, orangtua juga perlu mendorong remaja agar bisa menikmati konten media yang beragam. Tidak hanya influencer yang tubuhnya kurus, para remaja tersebut juga dikenalkan dengan berbagai bentuk tubuh lain yang ada di dunia nyata.

"Untungnya sekarang sudah mulai ada influencer dengan tubuh yang besar. Kalau tidak bisa mendorong anoreksia," tutur Yunias. (cin/rek)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia