Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Semburan Lumpur Minyak di Kutisari

DLH Buat Tandon untuk Pisahkan Minyak dan Air

08 Oktober 2019, 18: 00: 38 WIB | editor : Wijayanto

RESPONS CEPAT: Petugas mengisi air bercampur minyak ke dalam drum di Kutisari Indah Utara III/19 Surabaya.

RESPONS CEPAT: Petugas mengisi air bercampur minyak ke dalam drum di Kutisari Indah Utara III/19 Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Berbagai upaya ditempuh untuk mengatasi semburan minyak di Kutisari Indah Utara III Nomor 19 Surabaya. Namun, hingga kemarin belum ada tanda-tanda semburan di halaman rumah itu bakal berhenti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya akan membuat tandon untuk menyaring minyak dan air.

Kepala DLH Kota Surabaya Agus Supiadi, saat ditemui Radar Surabaya, mengatakan bahwa tandon itu dibuat di bawah tanah untuk menampung semburan lumpur bercampur minyak mentah. “Semacam septic tank. Nanti airnya dibuang di selokan, kemudian minyak sisihkan,” katanya.

Agus akan membicarakan konsep penampungan semburan tersebut pada Rabu (9/10) besok. “Tunggu saja, nanti kami matangkan,” katanya. Pihak DLH Surabaya juga terus berkoordinasi dengan ESDM untuk menanggulangi semburan minyak yang terjadi sejak 23 September lalu.

“Tanggal 15 Oktober ESDM, Pertamina, dan SKK Migas akan mengadakan rapat. Nanti kami berkoordinasi dengan mereka,” imbuhnya.

Agus menambahkan, kemarin pagi pihaknya mengambil sampel semburan untuk mengetahui kandungan kimianya. Hasilnya, sudah lebih banyak air ketimbang minyak. “Minyak dan air bercampur,” katanya.

Peneliti Badan Geologi Bambang Sugiarto mengatakan, mulai kemarin pihaknya mengkaji data dari georadar di tiga lintasan di Kutisari Indah Utara. Hasilnya akan dibahas bersama DLH Surabaya. “Kami masih menganalisis datanya,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia