Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Minarti Timur dan Alan BK Sumbang Raket untuk Museum Olahraga Surabaya

08 Oktober 2019, 17: 21: 15 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Mantan atlet bulu tangkis Minarti Timur menyerahkan kaos milik Alan Budi Kusuma kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk koleksi Museum Olahraga di Jalan Sedap Malam.

SEMANGAT: Mantan atlet bulu tangkis Minarti Timur menyerahkan kaos milik Alan Budi Kusuma kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk koleksi Museum Olahraga di Jalan Sedap Malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kota Surabaya bakal segera memiliki Museum Olahraga. Museum yang berlokasi di Gelora Pancasila, Jalan Padmosusastro, Surabaya, tersebut akan rampung pada November 2019.

Saat ini Pemkot Surabaya tengah menyiapkan aneka ragam koleksi untuk disimpan di Museum Olahraga. Upaya pemkot tersebut mendapat dukungan sejumlah atlet legendaris Kota Pahlawan yang berjaya di level dunia. Legenda bulutangkis Minarti Timur dan Alan Budikusuma menyerahkan raket bulu tangkis dan kaos untuk disimpan di Museum Olahraga.

Alan dan Minarti menyerahkan raket dan kaos mereka kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hadir pula Henny Maspaitella (legenda atletik), Jeane Taroreh (karate), Rahmad Adi Mulyono (panjat tebing), dan Amanda Narda Mutia (panjat tebing).

Wali Kota Risma mengatakan, banyak atlet luar biasa yang berasal dari Surabaya. Ini merupakan potensi besar di bidang olahraga. Dia berharap Museum Olahraga bisa membangkitkan semangat dan menggugah anak-anak Surabaya untuk berprestasi. “Insya Allah, akan dibuka November 2019. Makanya, kita ngebut,” katanya.

Nantinya barang-barang yang disumbangkan para atlet diberi tanda dan penjelasan. Misalnya, raket bulu tangkis diberi keterangan digunakan saat kejuaran apa dan di mana. Bahkan, juga latar belakang pendidikan Minarti atau Alan.

“Sekarang kami sedang buat tulisan-tulisannya, pendidikannya, latihan seperti apa, juara dunia di mana saja. Ini penting supaya anak-anak punya gambaran tentang sosok Minarti, Alan, dan sebagainya,” kata Risma.

Risma menegaskan bahwa menjadi atlet atau olahragawan bukan berarti menjadi orang miskin. Sebaliknya, para atlet bisa sangat sukses secara ekonomi karena bonus dan hadiahnya luar biasa.

“Hadiah dari pemkot saja sangat besar. Kalau dapat medali emas bonusnya Rp 20 juta. Kemarin ada atlet yang dapat lima emas, ya dapat bonus Rp 100 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, sang legenda bulutangkis di Indonesia Minarti Timur sangat mendukung rencana Wali Kota Risma membangun Museum Olahraga di Surabaya. Dia mengaku siap menyumbangkan apa pun dan membantu Risma untuk mewujudkan museum itu. “Saya siap bantu apa saja yang dibutuhkan. Sementara kami menyumbang raket dan kaos,” katanya.

Raket dan kaos itu merupakan kenang-kenangan yang paling berkesan baginya karena dipakai saat menjuarai Olimpiade Sydney 2000. “Selama ini disimpan di rumah saya di Surabaya. Makanya, kemarin setelah pulang ke Surabaya, saya lihat masih ada kaos ini. Ya, saya kasihkan saja,” katanya.

Minarti juga mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada Wali Kota Risma yang akan membuat Museum Olahraga. Ini merupakan penghargaan kepada para atlet Kota Surabaya dan atlet-atlet lain di tanah air.

“Sebagaimana yang Ibu Wali sampaikan, museum ini untuk menginspirasi supaya anak-anak Surabaya juga punya impian membela Indonesia di ajang internasional,” pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia