Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Investor Diarahkan ke Saham Berisiko Rendah

08 Oktober 2019, 14: 11: 10 WIB | editor : Wijayanto

TAK LAGI BERGAIRAH : Salah satu investor muda sedang mengamati pasar saham.

TAK LAGI BERGAIRAH : Salah satu investor muda sedang mengamati pasar saham. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Beberapa hari terakhir kondisi pasar saham kurang bergairah. Banyaknya saham BUMN yang berguguran. Para pelaku saham menyarankan agar para investor pasar modal memilih saham yang tidak berisiko tinggi.

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik, Wenti Krisna mengatakan, saat ini ada banyak investor saham pemula tidak mau bersabar memperoleh kerugian yang besar. Untuk itu, investor pemula seperti milenial sebaiknya memulai bermain saham dengan memilih sektor berisiko rendah.

"Untuk pemula, pilih sektor yang defensif, seperti consumer (barang konsumsi) dan perbankan. Jangan langsung pilih sektor seperti pertambangan yang high risk," ujar Wenti.

Dikatakan, sektor defensif adalah hal yang bagus bagi investor pemula. Bermain saham, tidak bisa tiba-tiba langsung di tempat yang berbahaya, yaitu di second liner yang volume belinya kecil pula.

“Penting sekali supaya investor saham pemula memiliki teori mengenai fundamental pasar, sebelum terjun ke lantai bursa,” tandasnya.

Pengamat Pasar Modal Firdaus Indrajaya Tuharea mengatakan, dalam berinvestasi di pasar modal, sektor fundamental tetap menggunakan percentage of winning. “Kalau masuk ke pasar tanpa dasar ilmu yang jelas, tidak paham pasti rugi," kata Firdaus.

Menurut mantan ketua Komunitas Tangan di Atas itu, trading style dan pola investasi setiap orang berbeda-beda. Fluktuasi harga karena ada orang-orang yang memiliki pandangan berbeda dalam satu wadah yang sama.

"Banyak yang rugi karena tidak mempelajari statistik trading. Orang yang panik saat harga sedang jatuh sebenarnya tidak paham trading mereka dan tidak paham apa yang mereka lakukan," tandasnya.(fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia