Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Sebulan Ringkus 62 Budak Narkotika, Amankan 11 Pohon Ganja Hidup

05 Oktober 2019, 13: 22: 42 WIB | editor : Wijayanto

DIGULUNG: Nanang Kurniawan (kiri) saat dipamerkan di Mapolresta Sidoarjo.

DIGULUNG: Nanang Kurniawan (kiri) saat dipamerkan di Mapolresta Sidoarjo. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Dalam kurun waktu satu bulan, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo berhasil membongkar 57 kasus narkotika. Polisi juga mengamankan 11 batang pohon ganja hidup yang ditanam dalam pot dalam ungkap kasus itu. Tanaman ganja dengan tinggi rata-rata di atas 20 cm itu milik tersangka Nanang Kurniawan, 29, warga Bungurasih Timur RT 02/RW 01, Bungurasih, Kecamatan Waru.

DISITA: Pohon ganja yang diamankan.

DISITA: Pohon ganja yang diamankan. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menyebutkan, 57 kasus itu merupakan hasil tangkapan polisi dari tanggal 1 sampai 30 september 2019. “Ada 62 tersangka dengan 1 orang perempuan,” terang mantan Sekpri Kapolri itu.

Selain pohon ganja hidup, barang bukti narkotika lain juga diamankan dalam ungkap kasus itu. Diantaranya 72 gram sabu-sabu (ss), dan 80 ribu butir pil koplo. “Kita juga amankan dua senpi gas gun laras panjang dan satu senpi gas gun laras pendek,” sambungnya

Zain melanjutkan, tersangka Nanang dapat menanam tumbuhan terlarang itu dengan cara coba-coba. Mulanya ia mendapatkan biji –biji ganja yang kemudian dicoba ditanam di beberapa pot bunga. Upanya itu cukup berhasil karena ganja berhasil tumbuh bahkan mencapai ukuran rata-rata tinggi 20 centimeter. “Masih kita telusuri darimana dapat biji ganja, rencananya mau dikonsumsi sendri,” urai pria dengan melati tiga dipundaknya itu.

Zain juga menjelaskan, tanaman yang berhasil diamankan itu juga sudah diuji labfor dan positif merupakan jenis tanaman ganja. Karena itulah, tanaman yang masih hidup itu ikut disita sebagai barang bukti.

Pihaknya juga menegaskan jika polisi akan terus berusaha untuk menekan peredaran segala jenis narkotika di Sidoarjo. Selain langkah penindakan, sejumlah langkah preventif juga sudah banyak dilakukan polisi.

Mulai dari sosialisai melalui progam polisi mengajar untuk menyampaikan bahaya narkotika ke sejumlah sekolah. Hingga pembuatan kampung bebas narkotika sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dari lingkungan terkecil. Ia berharap, peredaran narkotika dapat terus ditekan. Ia tidak ingin generasi muda khususnya di Sidoarjo yang kehilangan masa depan karena narkotika.(son)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia