Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Kabur Sambil Gondol Sertifikat Rumah

05 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Donwori boleh dibilang kurang beruntung dalam hal asmara. Seumur-umur hidupnya yang hampir menginjak kepala tiga, ia putus cuma sekali. Itu pun terjadi 28 tahun yang lalu, putus tali pusar. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Dan ndilalah, sekalinya jatuh cinta kok ya tersakiti juga. Donwori, yang baru setahun menikah, harus merasakan sakit hati untuk pertama kalinya. Satu-satunya perempuan yang berhasil menyentuh hatinya rupanya berdusta. Malah kabur bersama pria lain. Nggondol harta kekayaannya pula. 

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu,  ia bercerita bagaimana jahatnya Karin, 25, kepadanya. "Ini sudah bulan ketiga semenjak Karin kabur, " ujarnya, pelan. 

Donwori masih ingat betul, hari itu Kamis. Donwori sedang dinas ke luar kota selama beberapa hari. Tak ada curiga atau apa. Semua normal-normal saja. Hingga saat pulang, ia tak mendapati Karin. Almarinya kosong. Hanya sebuah surat yang ia tinggalkan di kasur Donwori. Oh, meski kejam, Karin puitis juga rupanya. Pakai surat-suratan segala.

Di secarik kertas itu, Karin menuliskan kalau ia sengaja meninggalkan Donwori. Katanya, Karin mau kembali ke mantan yang merupakan cinta satu-satunya sejak lama.

Tanpa rasa berdosa, di secarik kertas itu Karin juga menuliskan kalau ia membawa kabur sertifikat rumah dan tanah dengan ancaman Donwori harus membagi harta gono gini yang layak. Kalau tidak, sertifikat ini mau Karin jual dan menguasai uangnya. Bah! Bedebah. 

Kaburnya Karin tentu jadi pukulan tersendiri oleh Donwori. Sebagai newbie dalam hal percintaan, Donwori baru tahu betapa sakitnya dikhianati oleh orang yang paling dicintai. Dan benar, lebih sakit dari sakit gigi. 

Namun, sebenarnya posisi Donwori ini di tengah-tengah. Antara sakit hati dan blank. Shock dengan apa yang sedang terjadi. Karena bayangan Karin akan selingkuh tidak pernah sekali pun terlintas di benaknya. "Sehari-hari biasa. Dia melayani saya juga baik. Tidak ada istilahnya yang suka telepon lelaki, atau sembunyi-sembunyi ketemuan," ujar pak guru IPS mellow itu. 

Bahkan, dulu, bukannya Donwori yang PDKT, melainkan Karin sendiri. Karin dulunya adalah anak magang perawat yang mendatangi sekolah tempat Donwori mengajar.

Dalam misi semacam kegiatan sosial yang memberikan sosialisasi kesehatan untuk anak-anak. Kenalanlah keduanya. Kala itu, Karin juga yang ngotot minta nomor handphone Donwori. Karin juga yang ganjen mengirim pesan kepada Donwori terus-terusan.

"Sering sekali ngirim makanan ke sekolah. Sampai aku jadi bahan godaan guru lain. Mulai saat itu, saya ada rasa senang sama dia," lanjutnya.

Upaya Karin tak berhenti di situ. Karena Donwori masih lempeng meski sudah suka, Karin juga kerap mendatangi rumah suaminya itu. Apel yang terbalik. Dari sini, hubungan itu tumbuh perlahan. Keduanya pun pacaran.

Eh, di tengah jalan Karin berkhianat. Ia balikan dengan mantannya semasa SMP yang fisiknya Donwori akui memang lebih tampan. Yang menurut orang-orang terdekat Karin, sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya macam program wajib belajar pemerintah, sembilan tahun lamanya. Sejak itu hubungannya dengan Karin renggang. Karin berkhianat, Donwori masih pasrah dengan keadaan. 

Beberapa bulan setelah pengkhianatan itu, Karin balik lagi ke Donwori. Memohon maaf. Meminta belas kasih Donwori untuk balikan kembali. Ia mengaku menyesal telah mengkhianati Donwori demi laki-laki yang jahat perangainya.

"Karena masih cinta saya, akhirnya tak maafkan. Dan tak nikahi langsung," imbuh Donwori. Namun rupanya Karin lagi-lagi labil dan berkhianat. Dan menyia-nyiakan cinta tulus Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia