Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Manfaatkan Tanah Aset untuk Bangun Fasilitas Publik

03 Oktober 2019, 17: 21: 01 WIB | editor : Wijayanto

MASIH AKTIF: Suasana bangunan SMP Praja Mukti yang akan dialihfungsikan menjadi lapangan olahraga di kawasan Kupang Segunting.

MASIH AKTIF: Suasana bangunan SMP Praja Mukti yang akan dialihfungsikan menjadi lapangan olahraga di kawasan Kupang Segunting. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal memanfaatkan tanah aset yang tersebar di beberapa lokasi untuk pembangunan gedung parkir dan lapangan olahraga. Harapannya, kebutuhan fasilitas publik bisa terakomodir, sehingga ketertiban dan pendapatan Kota Surabaya juga lebih meningkat.

Rencananya ada beberapa lahan aset yang bakal digunakan untuk kebutuhan fasilitas publik. Yakni di Jalan Urip Sumoharjo nomor 5-7 dengan luas 763,2 meter persegi dan di Jalan Urip Sumoharjo nomor 8  dengan luas 349,53 meter persegi, yang saat ini digunakan oleh Yayasan Pendidikan Udatin.

Kemudian di Jalan Pucang Anom Timur nomor 32 dengan luas 1.206 meter persegi dan di Jalan Gubeng Kertajaya IV B nomor 34 yang saat ini digunakan Perguruan Ilmu Sejati. Sedangkan di Jalan Kupang Segunting III/12 C dengan luas 470 meter persegi, saat ini digunakan Yayasan Praja Mukti.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, karena lokasi-lokasi ini dinilai strategis, maka Pemkot Surabaya bakal memanfaatkan lahan aset itu untuk kepentingan kebutuhan publik. Apalagi, saat ini izin pemakaian tanah di lokasi itu sudah berakhir.

“Sesuai dengan persyaratan pada saat pengajuan izin pemakaian tanah, bahwa apabila Pemkot Surabaya membutuhkan lokasi itu untuk kebutuhan pemkot, maka mereka harus menyerahkan tanah aset itu, dan konsekuensinya pemkot akan memberikan ganti rugi bangunannya,” ujar wanita yang akrab disapa Yayuk ini.

Ia menambahkan, dua lahan aset yang digunakan Yayasan Pendidikan Udatin, salah satunya masih bisa digunakan. Sementara lahan satunya, akan digunakan pemkot untuk kebutuhan fasilitas gedung parkir.

Hal yang sama juga dilakukan pemkot di lahan yang kini digunakan Perguruan Ilmu Sejati di Jalan Pucang Anom Timur nomor 32. Nantinya mereka masih bisa memanfaatkan lahan di Jalan Gubeng Kertajaya Surabaya.

Hal ini berdasarkan kajian yang telah dilakukan pemkot bahwa kebutuhan lahan parkir di kawasan itu dinilai penting. Apalagi, selama ini parkir kendaraan di lokasi itu berada di tepi jalan.

“Karena lokasi itu dari sisi izinnya sudah berakhir dan mereka tidak perpanjang, tapi kalau misalnya mereka tetap gunakan, kita akan berikan lokasi satunya. Sehingga kebutuhan mereka bisa tetap terpenuhi dan kebutuhan Pemkot Surabaya bisa terakomodir,” katanya.

Sementara itu, Yayuk menyebut, untuk lahan aset yang berada di Jalan Kupang Segunting III/12 C, nantinya bakal digunakan pemkot untuk kebutuhan lapangan olahraga. Pihaknya menilai bahwa di lokasi tersebut saat ini sudah menjadi kawasan padat penduduk. Sehingga kebutuhan ruang terbuka publik dinilai juga penting.

“Nantinya aset yang digunakan Yayasan Praja Mukti akan digunakan pemkot untuk lapangan olahraga, karena berada di tengah perkampungan. Ini proses komunikasi dengan yayasan,” jelasnya.

Terkait ganti rugi bangunan, Yayuk menjelaskan, bahwa pemkot telah menggandeng tim independen untuk menentukan nilai ganti rugi bangunan. Karena itu, pihaknya juga mengimbau kepada pemegang Izin Pemakaian Tanah (IPT) agar memahami, bahwa ini untuk kebutuhan publik yang lebih luas.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga akan tetap mengakomodir kebutuhan siswa di Yayasan Praja Mukti yang saat ini masih mengemban pendidikan di sana. “Sejalan dengan proses yang dilakukan, kami juga menyiapkan untuk anak-anak yang sudah bersekolah di sana, nanti akan dibantu dengan dicarikan sekolah terdekat dengan kualitas dan standar yang sama,” katanya.

Ia menambahkan bagi para guru yang masih mengajar di Yayasan Praja Mukti, pastinya juga akan diakomodir untuk difasilitasi mengajar di sekolah yang lain. Pihaknya juga memastikan siap membantu kebutuhan para guru tersebut. “Kami siap untuk memfasilitasi guru sama dengan para siswa, akan kita fasilitasi untuk kemudian ke mana berikutnya mereka mengajar,” jelasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia