Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kemenperin Dorong Inovasi Produk Industri

03 Oktober 2019, 15: 53: 56 WIB | editor : Wijayanto

INOVASI TEKNOLOGI: Pengunjung melihat drone penyebar benih tanaman disela-sela pameran yang digelar di Grand City Mall.

INOVASI TEKNOLOGI: Pengunjung melihat drone penyebar benih tanaman disela-sela pameran yang digelar di Grand City Mall. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan upaya guna mendukung program dan kebijakan pemerintah dalam pembangunan proyek ketenagalistrikan.

Di antaranya penguatan sumber daya manusia melalui penguatan vokasi industri, pendalaman struktur industri melalui penguatan rantai nilai industri, hingga melakukan pengembangan perwilayahan industri. Hingga saat ini, pihaknya mencatat ada tujuh kawasan industri telah beroperasional dan 13 kawasan dalam tahap proses penyiapan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Untuk menyelesaikan proyek tersebut, kami juga bersinergi dengan bidang-bidang lainnya. Seperti industri energi baru terbarukan (EBT), migas, pertambangan, dan manufaktur otomatisasi serta fasilitas-fasilitasnya. Apalagi selama ini akselerasi pembangunan ketenagalistrikan begitu masif untuk mewujudkan Indonesia Terang,” ungkap Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Zakiyudin saat ditemui pada pameran Industrial Energy, Powermax, dan Smart Agri 2019 di Grand City Convention and Exhibition Hall.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan penggunaan EBT untuk listrik pada tahun 2025. Berdasar data dari Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), potensi EBT telah berjalan maksimal. Tercatat ada peningkatan dari 11,98 persen pada tahun 2018 lalu menjadi 12,88 persen di triwulan I 2019.

Selain industri EBT, Kemenperin bersama dengan Kementerian Pertanian juga memamerkan inovasi produk yang berhubungan dengan industri agrikultural serta perkebunan yang mencakup hulu hingga hilirisasi. Seperti drone tanam sebar benih padi milik Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian).

Berukuran besar dengan kapasitas tangki 20 liter dan 15 kilogram benih, inovasi tersebut bakal melakukan pertanaman tanaman padi dengan metode sebar. “Melihat banyaknya inovasi produk yang dipamerkan, kami optimistis sektor industri di Indonesia akan terus berkembang. Apalagi dari bahan baku maupun sumber daya manusianya kita tak kalah dengan negara lain,” jelas Zakiyudin.

Menurut dia, saat ini pihaknya bakal terus mendorong inovasi terkait pada bidang industri. “Kami lihat jika dari aspek komersialnya punya potensi, maka baru disiapkan dari aspek standarnya. Sehingga nanti kalau diproduksi masal sudah ada acuan, baik dari sisi kualitas, bahan baku, dimensi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Selain itu pada salah satu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang meyebut jika lembaga-lembaga riset dapat bekerja sama dengan pelaku industri. “Harapannya peneliti dari lembaga riset akan mendapat royalti sehingga hal tersebut dapat semakin merangsang peneliti untuk terus mengembangkan produk,” tutupnya. (rul/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia