Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Pikal Gantikan Riedl sebagai Pelatih Kepala Persebaya Sejak 1 Septembe

03 Oktober 2019, 09: 17: 26 WIB | editor : Wijayanto

KEPALA: Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal memberikan materi latihan kepada para pemain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (6/9).

KEPALA: Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal memberikan materi latihan kepada para pemain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (6/9). (DOK/JPC/ANGGER BONDAN/JP)

Share this      

SURABAYA -  Setelah Alfred Riedl batal melatih Persebaya dengan alasan kesehatan, ternyata tim kebanggaan warga Surabaya itu sudah memiliki pelatih kepala pengganti. Dia adalah Wolfgang Pikal yang sebelumya menjabat asisten pelatih bersama Bejo Sugiantoro. 

Saat diumumkan pada Rabu (25/9) lalu, ternyata sedari awal Pikal sudah disiapkan sebagai pelatih kepala. ’’Kami daftarkan Pikal sejak 1 September sebagai pelatih kepala,’’ kata Sekretaris Persebaya Ram Surahman. Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Persebaya menghindari ancaman denda.

Sebab jika didaftarkan sebagai asisten pelatih, posisi pelatih kepala akan kosong. Padahal, mereka tanpa pelatih kepala sejak memecat Djadjang Nurdjaman 10 Agustus lalu. Sesuai dengan regulasi pasal 30 ayat 11, setiap tim harus memiliki pelatih kepala anyar 30 hari setelah PT LIB menerima surat pemberhentian pelatih lama. Jika tidak, tim akan didenda Rp 100 juta.

Mau tidak mau, posisi pelatih kepala harus ada sebelum 10 September. Karena itulah, Pikal didaftarkan sebagai pelatih kepala. Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra membenarkan hal itu. Hanya, ada beda versi soal tanggal pendaftaran. ’’Pikal didaftarkan sejak 6 September,’’ kata Asep sebagaimana dikutip dari Jawapos.com.

Terlepas dari itu, berarti Persebaya memiliki pelatih kepala sebelum deadline 10 September. ’’Kami sudah komunikasikan ke PT LIB untuk daftarkan Pikal karena Riedl belum ada kepastian. Jadi, sejak 1 September itu kami punya pelatih kepala,’’ tambah Ram. 

Selain menghindari denda, kesehatan Riedl menjadi pertimbangan utama. ’’Jadi, rencananya saat Riedl datang, posisi Pikal bisa digeser kembali ke asisten pelatih,’’ beber Ram. Tapi, karena faktor kesehatan, Riedl akhirnya batal bergabung dengan Green Force. 

’’Jadi kalau ada kabar denda, referensi dari mana? Kami sudah punya pelatih kepala,’’ tegas pria asli Benjeng, Gresik itu. Sayang, hingga saat ini, izin kerja Pikal belum beres. Dia pun harus memberikan arahan dari bangku VVIP.

Total, sudah empat laga pelatih asal Austria itu tidak bisa duduk di bench. Untung, Green Force punya jeda yang cukup panjang. Sebab, laga kontra Borneo FC yang seharusnya digelar Rabu (2/10) resmi ditunda. Persebaya baru kembali bermain pada 17 Oktober. Yaitu, away melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Jeda yang panjang itu jelas sangat menguntungkan. Sebab, manajemen Green Force bisa memanfaatkannya dengan mengurus izin kerja Pikal. Meski direkrut sejak 27 Agustus, izin kerja Pikal di Kementerian Ketenagakerjaan belum juga tuntas. (gus/ali/jpc)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia