Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Diduga Titipan, Keberadaan Dua THL di Dinkes Gresik Dipertanyakan

03 Oktober 2019, 09: 01: 00 WIB | editor : Wijayanto

PELAYANAN: Puskesmas Gresik yang berada di Jalan Pahlawan tetap buka melayani masyarakat.

PELAYANAN: Puskesmas Gresik yang berada di Jalan Pahlawan tetap buka melayani masyarakat. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Keberadaan dua perawat Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik heboh. Hal itu dipicu adanya dua THL baru yang masuk ke grup whatsapp (WA) mereka. Masuknya dua THL baru dianggap janggal karena melanggar aturan. Pasalnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sudah memberikan surat edaran kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik untuk tidak menerima THL baru.

Dari informasi yang dihimpun, dua THL tersebut sekitar dua bulan lalu. Saat ini mereka sedang di tugaskan di Puksesmas Gresik. “Sudah ada surat edaran dari bupati kok. Disitu terang disebutkan jika Dinkes tidak menerima thl baru, tapi tiba-tiba masuk ke grup,” ungkap salah satu THL yang tidak mau disebutkan namanya.

Mengenai hal itu, para thl senior sempat bertanya kepada pejabat Dinkes yang ada di  grup tersebut. Mereka mengaku jika dua THL baru adalah magang. “Kalau magang kenapa masuk grup THL,” tandasnya.

Dikatakannya, THL sudah banyak. Nasibnya juga tak jelas. Hingga saat ini banyak yang kontrak di puskesmas. “Kalau ada yang baru, kenapa yang lama tak diangkat. Hal ini membuat kami resah. Kami menilai ada titipan,” terangnya. 

Terpisah Kepala Dinkes Pemkab Gresik drg Saifudin Ghozali membenarkan ada dua perawat baru di puskesmas. Lagi-lagi, pihaknya menampik bahwa status mereka THL. “Mereka bukan THL, tapi hanya magang,” ungkapnya.

Mantan Kepala Puskesmas Bungah itu mengaku, pihaknya tak melanggar aturan atau surat edaran bupati. Sejak per 1 Januari 2019 Dinkes tidak diperbolehkan menambah THL. Saat ini, jumlah THL di Gresik sudah 313 orang.

Kasubag Kepegawaian Dinkes Pemkab Gresik Haryono menambahkan, pihaknya menerima dua perawat magang itu karena masih nganggur. Padahal, jika hanya nganggur masih banyak lulusan keperawatan yang belum mendapat pengalaman kerja.

“Kami pastikan bukan THL. Karena mereka sudah lulus dan tidak ada kerjaan dan minta magang,” ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadlif mengaku pihaknya tidak menerima perubahan data THL di Dinkes. Status magang itu juga jadi pertanyaan. “Kalau statusnya magang harusnya ada jenjang waktunya. Misal satu atau dua bulan,” tegasnya. (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia