Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik

Terpilih Jadi Ketua DPD RI, La Nyalla Pastikan Tak Jadi Wakil di MPR

02 Oktober 2019, 07: 13: 03 WIB | editor : Wijayanto

PIMPIN DPD RI: La Nyalla melayani wawancara usai terpilih sebagai Ketua DPD RI.

PIMPIN DPD RI: La Nyalla melayani wawancara usai terpilih sebagai Ketua DPD RI. (ISTIMEWA)

Share this      

JAKARTA ‐ Senator asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024. La Nyalla terpilih setelah mengantongi 47 suara dalam proses pemungutan suara, Selasa (1/10) malam.

Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mengalahkan senator asal Maluku, Nono Sampono, yang mendapatkan 40 suara, senator asal Kalimantan Timur, Mahyudin, yang memperoleh 28 suara, dan senator asal Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamuddin yang meraup 18 suara. Sementara satu surat suara dinyatakan tidak sah karena abstain.

Mereka yang tidak terpilih sebagai ketua, otomatis menjabat sebagai Wakil Ketua DPD.

"Pimpinan terpilih yang memperoleh suara terbanyak pertama ditetapkan sebagai ketua terpilih," kata pimpinan sidang Jialyka Maharani dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10)

Pemilihan Ketua DPD sendiri berjalan cukup alot dan memakan waktu selama lebih dari tiga jam.

Awalnya, dipilih satu nama calon ketua dari empat sub wilayah, yaitu sub wilayah Barat I dan II serta sub wilayah Timur I dan II.

Sultan Bahtiar mewakili sub wilayah Barat I, sedangkan La Nyalla mewakili sub wilayah Barat II. Mahyudin mewakili sub wilayah Timur I, dan Nono Sampono wakil sub wilayah Timur II.

Keempat kandidat itu lantas menyampaikan visi-misinya sebagai calon Ketua DPD di hadapan seluruh anggota DPD yang hadir.

Setelahnya, keempat kandidat melakukan musyawarah untuk menentukan satu orang ketua. Namun, musyawarah itu tidak mencapai mufakat. Oleh karenanya, diputuskan pemilihan ketua ditempuh melalui voting.

Voting dilakukan secara manual menggunakan surat suara yang kemudian diberi tanda pilih dan dimasukkan ke kotak suara.

Surat suara kemudian dihitung secara manual, dan tercatat nama La Nyalla yang juga mantan Ketua PSSI, mendapat perolehan suara terbanyak. Kemenangan La Nyalla dalam pemilihan ketua DPD itu disambut dengan pembacaan salawat.

La Nyalla kemudian dilantik sebagai Ketua DPD RI periode 2019-2024 di ruang rapat paripurna, Nusantara V, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10)  dinihari pukul 00.55 WIB.

Sidang diawali dengan pembacaan keputusan DPD tentang pimpinan DPD periode 2019-2024. "Ketua La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua Nono Sampono, Wakil Ketua Mahyudin, Wakil Ketua Sultan Bachtiar Najamudin," kata Sekjen DPD Reydonnyzar Moenek saat membacakan keputusan DPD.

Acara kemudian berlanjut ke agenda pengucapan sumpah dan janji yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. La Nyalla dan tiga pimpinan DPD berjanji mengutamakan kepentingan bangsa dan daerah.

Usai dilantik La Nyalla belum bisa memastikan siapa anggota yang akan menjadi wakil DPD di MPR. La Nyalla mengaku tak ingin menjadi wakil DPD di MPR. "Oh nggak, saya tidak (akan jadi wakil DPD di MPR). Saya taat aturan. Sudah ya, saya cukup Ketua DPD," kata La Nyalla.

La Nyalla juga memastikan pimpinan DPD lainnya tak akan menjadi wakil DPD di MPR. Eks Ketum PSSI itu menyebut anggota DPD sendirilah yang akan memutuskan.

"Yang jelas, yang pimpinan sekarang nggak mungkin masuk MPR. Terserah voter, saya nggak tahu," jelasnya.

Berdasarkan revisi UU MD3, jumlah pimpinan MPR ditambah dari 5 menjadi 10 orang dengan komposisi 9 orang merupakan perwakilan masing-masing fraksi di DPR, satu orang lagi merupakan perwakilan unsur DPD. (rak/jay)

(sb/rak/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia