Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gerebek Gudang Pil Koplo di Tanjungsari, Polda Amankan 274 Ribu Pil LL

01 Oktober 2019, 19: 03: 01 WIB | editor : Wijayanto

RIBUAN: Tersangka M. Muhaimin yang diamankan bersama barang bukti pil koplo ratusan kemasan.

RIBUAN: Tersangka M. Muhaimin yang diamankan bersama barang bukti pil koplo ratusan kemasan. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim menggerebek sebuah kamar kos di Jalan Tanjungsari V, RT 03 RW 02, Tanjungsari, Sukomanunggal, Surabaya, yang dijadikan gudang penyimpanan pil LL dan sabu-sabu (SS). Tersangka M. Muhaimin, 26, warga Desa Karangan, RT 02 RW 03, Bareng, Jombang, pun diamankan polisi.

"Awalnya kami dapat informasi dari masyarakat jika pelaku mengedarkan sabu dan pil dobel L. Selain itu, ia menggunakan kamarnya untuk gudang," ujar Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting Manik di Surabaya, Selasa (1/10).

Menindaklanjuti informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Senin (30/9), sekitar pukul 02.00, tersangka Muhaimin ditangkap di kamar kosnya. Yang membuat polisi geleng-geleng kepala, di dalam kamar juga didapati puluhan ribu pil LL yang dibungkus plastik dan masih dikemas dalam kardus.

Selain itu, Korps Bhayangkara menemukan satu buah plastik warna kuning bekas tempat kanebo yang berisi 11 bungkus SS seberat 10,86 gram. Setelah digeledah kembali, ditemukan dompet kain warna biru. Di dalam dompet tersebut tersimpan tiga poket SS seberat 1,54 gram, dan timbangan digital. "Total barang bukti sabu 12,4 gram dan pil LL ada 274 kantong plastik atau 274 ribu butir," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Selain mengamankan LL dan SS, polisi juga menyita sebuah ponsel merek Sony warna putih milik tersangka. Selanjutnya, tersangka bersama barang bukti diamankan ke Polda Jatim.

Berdasar hasil pemeriksaan awal, tersangka Muhaimin mengakui mengedarkan SS dan pil koplo alias LL. Ia menggunakan sistem ranjau untuk menghindari kecurigaan aparat. "Sementara masih penyelidikan dan pengembangan untuk mengetahui pemasok atau bandarnya," katanya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia