Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Gresik Potensial Kembangkan Budidaya Udang

01 Oktober 2019, 18: 27: 14 WIB | editor : Wijayanto

PANEN: Para pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang memegang hasil tangkapan udang.

PANEN: Para pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang memegang hasil tangkapan udang. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini tengah menyiapkan 4 ribu hektar (ha) lahan cluster untuk pusat budidaya perikanan. Lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah di Gresik utara dan selatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Gresik, Choirul Anak mengatakan, 4 ribu ha lahan tersebut nantinya akan dibagi untuk empat budi daya perikanan diantaranya bandeng, udang jerbung, udang vaname dan udang windu.

“Anggaran sudah ada di pemerintah pusat. Gresik ditunjuk sebagai pilot project karena selama ini olahan perikanan Gresik sudah diakui dunia,” ujar Choirul Anam disela-sela mendampingi kunjungan kerja Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian KKP.

Mantan Camat Ujungpangkah itu mencontohkan, pelaku usaha olahan bandeng di Gresik telah berhasil menembus pasar Uni Eropa. Industri Kecil Menengah (IKM) Gresik telah mengekspor sebanyak 30 ribu ton olahan bandeng. Disebutkan, jumlah produksi ikan bandeng di Gresik saat ini mencapai 88 ribu ton, hampir 87 persen dari angka itu diserap oleh pasar ekspor.

“Selain bandeng, udang vaname yang dikembangkan oleh petambak Gresik berhasil menembus pasar Amerika Serikat,” imbuhnya.

Ditempat sama, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) Slamet Soebjakto membenarkan apabila Gresik memiliki potensi bisnis perikanan. Seperti udang jerbung (Penaeus merguensis), diharapkan bisa menopang ekspor perikanan jenis udang.

“Di Gresik kami berhasil mengembangkan teknik budidaya udang merguensis. Bahkan, diharapkan udang asli lokal Indonesia ini bisa dibudidayakan di seluruh daerah serta bisa menjadi pilihan lain bagi petambak udang selain membudidayakan udang jenis lain,” ujarnya.

Diharapkan, budidaya udang jerbung dapat turut menopang kinerja ekspor produk perikanan Indonesia dimana udang menjadi salah satu komoditas andalan. Disebutkan volume ekspor udang pada tahun 2018 sebesar 197,42 ribu ton atau 17,53 persen dari total ekspor produk perikanan indonesia dengan nilai ekspor sebesar 1.74 miliar dollar AS.

Potensi ekspor udang sangat besar dan peluangnya terbuka lebar. Potensi itu karena udang menjadi sektor perikanan yang paling diminati eksportir dunia. Di pasaran Internasional kekurangan udang.  Udang jerbung merupakan komuditas menjanjikan. “Harapan kami kedepan, bisa mengembangkan uji multi tidak hanya di Gresik melainkan juga di berbagai daerah seperti Subang Brebes Pemalang Cilacap Demak,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia